Kumpulan Skripsi S1 Keperawatan
Sebelum anda melakukan download full teks terhadap semua skripsi dalam webblog ini maka sebaiknya anda membaca PRIVACI/WARNING dari kami

New* Proposal Lelang Rp. 500 Rb (Nego)>>> "Hubungan Penggunaagn Kontrasepsi PIL KB Hormonal dengan Libido pada Wanita Usia Subur" >>> Selengkapnya DISINI

New* Proposal lelang Rp. 500 Rb (Nego). >>> Hubungan Kafein Yang Terkandung Dalam Kopi Atau Teh Dengan Tingkat Kesuburan Pada Wanita Dari Pasangan Usia Produktif. read more ......

C A U T I O N !!!
Untuk membaca setiap url postingan dalam webblog ini, agan-agan akan di arahkan ke url adf.ly.com selama 5 detik, dan untuk melanjutkan membaca artikelnya maka tinggal klik "SKIP AD" yang berada pada pojok kanan atas dan agan akan diarahkan langsung ke url postingan yang mau dituju.

Hai rekan-rekan sekalian yang lagi sementara menyusun sebuah skripsi dan bagi mereka yang mencari literature buat makalah atau apapun itu yang menyebabkan hal ini menjadi kebutuhan anda, disini kami mencoba memberikan sebuah refensi yang bisa mendukung kegiatan anda tersebut. Harapan kami adalah kebutuhan akan sebuah referensi anda bisa temukan disini. Kami hadir hanyalah semata untuk berbagi ilmu, sebab kami sadari bahwa ilmu hanya bisa berguna bila bisa bermanfaat bagi khalayak namun kamipun tidak mendukung kegiatan plagiat dan olehnya itu bila anda melakukan hal tersebut maka konsekuensi dan tanggung jawab moral tentunya juga berada ditangan anda.

Kesalahan terbanyak yang paling banyak dilakukan oleh rekan-rekan ketika mencari sebuah referensi adalah ketika telah menemukan referensi yang dicarinya, maka tidak segan-segan melakukan kegiatan plagiat (mengkopi seluruh isi pustaka/buku) tanpa sudi membahasakan dalam bentuk bahasa dan pemahaman yang ditangkapnya dari referensi tersebut. Oleh itu kami sekali lagi tidak mendukung kegiatan tersebut

Dan kunci sukses dalam menyelesaikan sebuah skripsi adalah kerja keras. Tanpa kerja keras hasil yang anda peroleh pun juga nol. Mau atau tidak, hanya merekalah yang gemar bekerja akan mendapat hasil.

Rekan-rekan sekalian, disinipun kami tidak hanya sekedar memberikan referensi buat anda namun kamipun akan berusaha membantu anda dalam menyelesaikan skripsi, kami pun berharap mudah-mudahan pengunjung blog ini adalah mereka yang mau belajar dan bekerja.

===============================================0000000000===============================================

Telah kami buka belajar bareng buat judul skripsi dengan metode rumus OPPOPP (Objek, Predikat, Predikat, Objek, Predikat, Predikat)...simak videonya di chanel kami ( https://youtu.be/iAshAScLmLM ) dan silahkan join di gruop telegram kami di https://t.me/joinchat/OjukuRpTYuHLDrmj58MSwQ

Selasa, 04 Januari 2011

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEMANDIRIAN KELUARGA MERAWAT PASIEN TB PARU PROGRAM DOTS DI PUSKESMAS JONGAYA MAKASSAR TAHUN 2010

SKRIPSI

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEMANDIRIAN KELUARGA MERAWAT PASIEN TB PARU PROGRAM DOTS
DI PUSKESMAS JONGAYA MAKASSAR
TAHUN 2010

OLEH

E V A  Y U L I A N I
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010


================================================


ABSTRAK

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA MERAWAT PASIEN TB PARU PROGRAM DOTS DI PUSKESMAS JONGAYA MAKASSAR TAHUN 2010 oleh EVA YULIANI, dibimbing oleh Elly L. Sjattar dan Wa Ode Nur Isnah

Tuberkulosis Paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah  kesehatan masyarakat dunia, dimana dari tahun 2006 dan sampai saat ini penyakit tuberkulosis telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, dengan Indonesia menempati urutan ke-3.  Tuberkulosis  merupakan penyakit infeksi dengan masalah yang kompleks meliputi  perawatan  penderita,  pengobatan  dan pencegahan penularan, sehingga membutuhkan penanganan dengan sebaik-baiknya. Keluarga sebagai unit terdekat penderita TB diharapkan dapat memberikan perawatan secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemandirian keluarga penderita  TB  paru  Program DOTS sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan.
Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Pre-eksperimental dengan one group pretest-postest design. Populasi penelitian ini adalah semua keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita TB Paru dan sedang menjalani pengobatan ≤  2  bulan  di Wilayah kerja Puskesmas Jongaya. Metode  sampling yang digunakan adalah purposive  sampling, dan  sampel yang dimiliki sebanyak 8 orang. Variabel independen adalah pendidikan kesehatan, variabel dependen adalah tingkat kemandirian keluarga, variabel antara adalah perubahan tingkat pengetahuan, dan variabel moderat adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, pekerjaan,  mental,  pola komunikasi, dukungan keluarga, motivasi, struktur keluarga, berat badan, lingkungan, dan nilai budaya.  Data dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Wilcoxon  (untuk variable dependen dan  variabel antara) dan Fisher’s Exact Test  (untuk  uji variabel moderat) dengan tingkat kemaknaan p < α (0,05). Penelitian ini berlangsung kurang lebih 2 bulan mulai dari tanggal 12 November 2009-3 Januari 2010.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat kemandirian penderita TB Paru dan keluarga peserta DOTS, dengan nilai p = 0,008 yang berarti p < α (0,05). Hal ini dibuktikan dengan pre-test  tingkat  kemandirian  yang  semula 7 orang  berada  pada tingkat kemandirian II dan  1  orang  berada  pada  tingkat kemandirian  III,  tetapi  setelah  pemberian pendidikan kesehatan, maka hasil post-test  tingkat  kemandirian  adalah 6 orang meningkat menjadi
kemandirian III (dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern),  1  orang  meningkat  menjadi kemandirian IV (terjadi peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku ke atah positif), dan 1 orang lagi tetap di kemandirian II (perubahan hanya terjadi sedikit dan tidak berlangsung lama). 

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap  tingkat kemandirian keluarga merawat pasien TB program DOTS. 

Dari hasil penelitian  ini, maka diharapkan kepada pihak Puskesmas untuk mensosialisasikan
pelaksanaan home care nursing, untuk penderita TB agar selalu teratur minum obat, dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan metode, uji dan variabel penelitian yang berbeda serta sampel yang banyak.
Kata kunci : Pendidikan kesehatan, Tingkat kemandirian, Tuberkulosis

Full Teks >> Download Now

GAMBARAN KARAKTERISTIK KLIEN YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2009

SKRIPSI

GAMBARAN KARAKTERISTIK KLIEN YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN
TAHUN 2009

Diajukan Sebagai Syarat untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep)

D W I  I S Y A N I

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2009


======================================================


ABSTRAK

Dwi  Isyani, Gambaran Karakteristik Klien Yang Dirawat Di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan, dibimbing oleh Andriani dan Meisje Utama, 3 tabel, 6 lampiran, 45 halaman.

Gangguan jiwa adalah kumpulan dari keadaan-keadaan  yang  tidak  normal,  baik yang berhubungan dengan fisik maupun dengan mental. Diperkirakan  bahwa  2-3%  dari jumlah penduduk Indonesia menderita gangguan jiwa berat. Bila separuh  dari  mereka  itu memerlukan perawatan di rumah sakit dan jika Indonesia berpenduduk 120 juta orang, maka ini berarti bahwa di negara kita ada 120.000 orang dengan gangguan jiwa berat memerlukan perawatan di rumah sakit. Rumah Sakit Jiwa (RSJ) pada dasarnya dihuni oleh pasien yang sakit “mental”, baik ringan, sedang, maupun berat.   Dengan sendirinya karakteristik pasien RSJ agak berbeda dengan rumah sakit pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik klien berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, core  problem dan  pencapaian  SP  klien  yang dirawat  di Rumah  Sakit Khusus Daerah  Dadi Prov. Sul-Sel.
Rancangan  penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian deskriptif metode studi survey dengan  teknik  pengambilan  sampel Total  Sample terhadap  populasi target sehingga didapatkan 548 sampel. Lokasi  penelitian  adalah  di  Ruang  Kenanga, Kenari, Nyiur dan Sawit RS Khusus Daerah Dadi Sul-Sel dan berlangsung mulai tanggal 18 sampai dengan 21  Januari 2010. Data diperoleh dari  status  klien  dengan menggunakan instrumen pengumpulan data. Pengolahan data dengan analisa univariat dengan menggunakan SPSS Versi 11,5 dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. 

Hasil dari penelitian ini, klien  yang  paling  banyak  dirawat  berusia  26-35  tahun, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki,  tingkat  pendidikan  klien  paling  banyak  adalah jenjang pendidikan rendah, berdasarkan karakteristik pekerjaan, klien terbanyak adalah tidak mempunyai pekerjaan, status pernikahan  terbanyak adalah belum menikah, core problem terbanyak adalah halusinasi dan pencapaian SP terbanyak adalah sampai SP II. 

Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa karakteristik klien yang dirawat sangat bervariasi. Dalam satu ruangan perawatan  klien  yang  dirawat mempunyai    karakteristik yang berbeda-beda khususnya usia dan core problem klien.
Saran penulis agar dalam melakukan asuhan keperawatan kepada klien memperhatikan karakteristik klien. Asuhan keperawatan yang dilakukan disesuaikan dengan core problem klien dengan merujuk pada format Strategi Pelaksanaan. 

Keyword : gangguan  jiwa,   usia,  jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, core problem dan pencapaian SP.
Daftar pustaka : 19 (2003 - 2009)

Full teks >> Download Now

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PERAWATAN PASIEN DENGAN MASALAH GANGGUAN PERSEPSI HALUSINASI PENDENGARAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARA-BARAYA MAKASSAR TAHUN 2010

SKRIPSI
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PERAWATAN  PASIEN DENGAN  MASALAH  GANGGUAN PERSEPSI  HALUSINASI PENDENGARAN DI  WILAYAH  KERJA  
PUSKESMAS BARA-BARAYA  MAKASSAR
TAHUN 2010

OLEH:
DARMIATI
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010


=======================================================


ABSTRAK

Darmiati, ”Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Pasien Dengan Masalah Gangguan Persepsi Halusinasi Pendengaran Di Wilayah Kerja Puskesmas Bara-baraya Makassar” dibimbing  oleh Ariyanti  Saleh dan  Meisje Utama 

Halusinasi adalah distorsi persepsi yang terjadi pada respon neurobiologikal yang maladaptif. Halusinasi yang banyak dialami oleh pasien  gangguan jiwa adalah  gangguan halusinasi pendengaran. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu tindakan keperawatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga tentang  perawatan  pasien  dengan  masalah  gangguan persepsi halusinasi pendengaran di wilayah kerja Puskesmas Bara-baraya Makassar. 

Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah desain pra-eksperimen dengan one-group pre-test  and  post-test desaign,  dengan  cara  melakukan  kunjungan  rumah  untuk mendapatkan pengaruh yang bermakna dari pendidikan kesehatan  terhadap peningkatan pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien dengan masalah gangguan persepsi halusinasi di wilayah kerja Puskesmas Bara-baraya Makassar selama 2 minggu. Sampel dalam penelitian  ini berjumlah 11 orang yang diambil berdasarkan metode total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, menggunakan uji Wilcoxon dan data dianalisa dengan menggunakan SPSS 17. 

Pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien dengan masalah gangguan persepsi halusinasi dengar di wilayah kerja Puskesmas Bara-baraya   Makassar   sebelum   diberikan pendidikan kesehatan  (pre test)  dan setelah diberikan (post test) mengalami peningkatan.  Didapatkan  nilai p=0,011 yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien dengan masalah gangguan persepsi  sensori halusinasi dengar di wilayah kerja Puskesmas Bara-baraya Makassar.
Saran dari  peneliti  diharapkan  untuk  terus menggalakkan  pendidikan  kesehatan  jiwa  pada masyarakat terutama pendidikan kesehatan tentang perawatan halusinasi dengar dan melakukan penelitian berlanjut untuk hasil lebih baik.
Kata Kunci  : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan Keluarga, Halusinasi Pendengaran
Daftar Pustaka :   15 (2001-2009)

Full teks >> Download Now

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEMANDIRIAN KELUARGA MERAWAT PASIEN TB PARU PROGRAM DOTS DI PUSKESMAS KASSI-KASSI MAKASSAR TAHUN 2010

SKRIPSI

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEMANDIRIAN KELUARGA MERAWAT PASIEN TB PARU PROGRAM DOTS 
DI PUSKESMAS KASSI-KASSI MAKASSAR
TAHUN 2010 
OLEH

B   A   S   R   I

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010
=====================================================
ABSTRAK

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA MERAWAT PASIEN TB  PARU PROGRAM DOTS DI  PUSKESMAS KASSI- KASSI MAKASSAR oleh BASRI, dibimbing oleh Elly L. Sjattar dan Wa Ode Nur Isnah
Tuberkulosis Paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia, dimana dari  tahun 2006 dan  sampai  saat  ini penyakit  tuberkulosis  telah menginfeksi  sepertiga penduduk dunia, dengan  Indonesia menempati urutan ke-3. Tuberkulosis merupakan penyakit  infeksi dengan masalah yang kompleks meliputi perawatan penderita, pengobatan dan pencegahan penularan, sehingga membutuhkan penanganan dengan sebaik-baiknya. Keluarga sebagai unit  terdekat penderita TB diharapkan dapat memberikan perawatan  secara mandiri. Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk mengetahui tingkat kemandirian penderita TB dan keluarga sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan.

Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Pre-eksperimental dengan one
group pretest-postest  design.  Populasi  penelitian  ini  adalah  semua  keluarga  yang memiliki anggota keluarga yang menderita TB Paru dan sedang  menjalani  pengobatan ≤ 2 bulan  di Wilayah  kerja Puskesmas Kassi-kassi Makassar. Metode  sampling yang digunakan  adalah purposive  sampling, dan sampel yang dimiliki  sebanyak 9 orang. Variabel  independen  adalah pendidikan kesehatan,  variabel dependen adalah tingkat kemandirian keluarga, variabel antara adalah perubahan tingkat pengetahuan, dan variabel moderat adalah  umur, tingkat  pendidikan,  jenis  kelamin,  pekerjaan,  suku, lingkungan, berat badan, pola komunikasi,  struktur keluarga, peran keluarga, dan motivasi. Data dianalisa  secara univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Wilcoxon  (untuk  variable dependen  dan  variabel antara) dan Fisher’s Exact Test  (untuk uji variabel moderat) dengan  tingkat kemaknaan p < α  (0,05).
Penelitian ini berlangsung kurang lebih  2  bulan  mulai  dari  tanggal 16 November 2009-17 Januari
2010. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan  terhadap kemandirian keluarga merawat penderita TB Paru program DOTS, dengan nilai p= 0,005 yang berarti p < α (0,05). Hal ini dibuktikan dengan pre-test tingkat kemandirian yang semula 8 orang berada pada tingkat kemandirian II dan 1 orang pada tingkat kemandirian III, tetapi setelah pemberian pendidikan kesehatan, maka hasil post-test tingkat kemandirian adalah 7 orang meningkat menjadi  kemandirian  III (dipengaruhi  oleh faktor intern dan faktor ekstern),  1  orang  meningkat  menjadi  kemandirian  IV (terjadi  peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku ke atah positif),  dan  1  orang  lagi  tetap  di  kemandirian  II (perubahan hanya terjadi sedikit dan tidak berlangsung lama). 

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat
kemandirian keluarga merawat pasien TB. Dari hasil penelitian ini, maka diharapkan kepada pihak Puskesmas untuk mensosialisasikan pelaksanaan home care nursing, untuk penderita TB agar selalu teratur minum obat, dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan metode, uji dan variabel penelitian  yang  berbeda  serta sampel yang banyak.

Kata kunci : Pendidikan kesehatan, Tingkat kemandirian Keluarga, Tuberkulosis
Full Teks >>> Dowmload Now

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA HARI RAWAT PADA PASIEN PASCA OPERASI LAPARATOMI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI MAKASSAR TAHUN 2010

SKRIPSI

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA HARI RAWAT PADA PASIEN PASCA OPERASI LAPARATOMI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI MAKASSAR TAHUN 2010

OLEH :

NURSIAH ARFAH NOER

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010


=======================================================


ABSTRAK

Nursiah Arfah Noer, “Faktor – faktor yang berhubungan dengan lama hari rawat pada pasien pasca operasi laparatomi di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar” dibimbing oleh  Werna Nontji dan Mulhaeriah (xi + 71 halaman + 9 tabel + 7 lampiran + 25 kepustakaan).

Lama hari  rawat pada pasien pasca operasi laparatomi adalah hari  rawat pasien sejak menjalani operasi sampai pada saat pasien pasca operasi khususnya laparatomi perlu mendapat perhatian yang besar karena beberapa komplikasi dapat terjadi setelah operasi apabila tidak ditangani dengan baik, sehingga  lama hari rawat pasien menjadi panjang yang akhirnya dapat menyebabkan dampak biaya  perawatan  menjadi  meningkat  baik  terhadap pasien maupun  terhadap pihak  rumah  sakit. Penelitian  ini bertujuan untuk melihat  faktor – faktor yang berhubungan dengan lama hari rawat pada pasien pasca operasi laparatomi di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini observasional dengan rancangan kohort prospektif yang dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor  yang  mempengaruhi lama hari rawat pada pasien pasca  operasi  laparotomi  antara  variabel  bebas  (Independen) dengan variabel terikat (dependen) dimana observasi atau pengukuran  terhadap  semua variabel dilakukan sekali dalam waktu yang bersamaan, kemudian hasilnya diuji dengan cara Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil dari penelitian ini didapatkan ada hubungan frekuensi perawatan luka, mobilisasi, dan teknik perawatan luka dengan lama  hari  rawat  pada  pasien  pasca  operasi laparatomi di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. 

Saran dari hasil penelitian ini adalah khususnya terkait  dalam  hal di Rumah  Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar hendaknya memperhatikan teknik perawatan luka, mobilisasi, dan frekuensi  perawatan luka pada pasien pasca  operasi  laparatomi  sehingga pasien dapat sembuh dalam waktu yang tidak terlalu lama, bagi peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian dengan menggunakan metode yang lain dan menggunakan sampel yang lebih banyak agar hasil penelitian dapat  lebih objektif,  dan  bagi masyarakat  sebagai  bahan informasi dalam hal perawatan pasien pasca operasi laparatomi sehingga dapat memperhatikan aspek yang dapat menunjang penyembuhan luka operasi laparatomi.
Kata Kunci : frekuensi perawatan luka, mobilisasi, teknik perawatan luka, dan
lama hari rawat.
Daftar Pustaka  : (Tahun 1997 – Tahun 2009)
Full Teks >>> Dowmload Nowk

HUBUNGANANTARA KONTRASEPSI HORMONALPILDENGAN KEJADIAN MENINGKATNYA TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MASKASSAR TAHUN 2010

HUBUNGANANTARA KONTRASEPSI HORMONALPILDENGAN KEJADIAN
MENINGKATNYA TEKANAN DARAH  PADA WANITA USIA SUBUR DI  PUSKESMAS
KASSI-KASSI KOTA MASKASSAR
TAHUN 2010

Yang disusun dan diajukan oleh :

ARDIANSYAH
C 121 08 540
 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010
============================================
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Paradigma  baru  program Keluarga Berencana Nasional  telah  diubah Visinya dari mewjudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) menjadi Visi Untuk mewujudkan “Keluarga Berkualitas tahun 2015”. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Paradigma baru program Keluarga Berencana ini, misinya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak  reproduksi,  sebagai upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluargan (Saifudin, 2006). 

Keluarga adalah salah satu diantara kelima matra kependudukan yang sangat mempengaruhi  perwujudan  penduduk yang  berkualitas. Visi  tersebut dijabarkan dalam enam misi, yaitu : 1) memberdayakan masyarakat untuk membangun keluarga kecil berkualitas, 2) mengggalang kemitraan dalam peningkatan kesejahteraan, 3) meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi, 4) meningkatkan  promosi,  perlindungan  dan  upaya mewujudkan hak-hak reproduksi,  5) meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan Gender melalui program Keluarga berencana, dan 6) mempersiapkan  sumber Daya manusia berkualitas sejak  pembuahan  dalam  kandungan  sampai  dengan  usia  lanjut. (Saifudin, 2006) dan masyarakat dunia menganggap Indonesia telah berhasil2 menurunkan angka kelahiran  dengan  bermakna. Buktinya,  Indonesia  dianugrahi “Population Award” oleh PBB dan ditunjuk sebagai pusat rujukan KB, kesehatan reproduksi penduduk (Siswanto, 2006).
Di Sulawesi Selatan, pembangunan  KB  selama  3  dasawarsa  khususnya dari aspek kualitas tidak dapat disangkal telah mewuwjudkan keberhasilan. hal ini terlihat dari menurunnya laju pertumbuhan  penduduk.  Dari  1.56%  tahun  2005 menjadi 1,77 % pada tahun 2006 dan 0,60 % pada tahun 2007. (Profil Kesehatan Sulsel, 2007). 

Tercatat bahwa sampai Desember 2007 peserta KB aktif (PUS yang masih menggunakan  salah satu kontrasepsi) sebanyak 767,864 atau 62,23 %  dari Pus sebanyak 1,2954.33 dimana dari 100 PUS yang ada terdapat 55 PUS yang ber- KB. (Profil Kesehatan Kab/Kota 2007). 

Berdasarkan data BKKBN Sulawesi Selatan keadaan peserta KB aktif dari tahun 2004 sampai 2007 terus meningkat ini terlihat dari jumlah  pasangan  usia subur yang menggunakan kontrasepsi terus meningkat 86.658 atau 43,48 % tahun 2004, 96.334 atau 60,01 % tahun 2005,101.460  atau  60,62 %  tahun  2006  dan 112.907 atau 66,01 % tahun 2007. sementara tahun 2008 sampai bulan September
peserta KB aktif mengalami peningkatan dari 112.907 tahun 2007 menjadi 119.619 tahun 2008 atau 69,37 persen (Profil Kesehatan Kab/Kota 2007). 

Namum demikian, terlepas dari berbagai keberhasilan  dan  keuntungan Program KB  tersebut  ternyata kontrasepsi hormonal  tidak  terlepas dari berbagai kekurangan  terutama yang   berhubungan dengan  efeknya        terhadap kesehatan, Khususnya hormon yang  terkandung dalam kontrasepsi  tersebut bila digunakan dalam jangka waktu yang lama ternyata dapat menimbulkan berbagai efek3 samping yang merugikan salah  satunya adalah hipertensi .walaupun perubahan ini reverseible, tetapi  kadang-kadang  menetap  meskipun  obat  telah  dihentikan. (Anna dkk, 2006). 

Dari Studi Prosfektif yang dilakukan oleh Fisch dalam  Anna,  dkk (2006) didapatkan  adanya  peninggian  tekanan  darah  sistolik  dan  diastolik  pada pemakaian kontrasepsi hormonal. Dari laporan lain yang dikemukaan oleh Freser dalam Anna, dkk (2006), bahwa salah satu dari jenis kontrasepsi hormonal yaitu kontrasepsi oral (KOK) menyebabkan  kurang  lebih  4-5  %  wanita  normotensi menderita hipertensi dan meningkatkan tekanan darah pada kurang lebih 9-16 % wanita dengan hipertensi sebelumnya. Sementara resiko kematian akibat penyakit kardiovaskuller meningkat 4-7 kali pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral yang mengandung 5 mikrogram Estrogen. 

Selain akibat penggunakan kontrasepsi hormonal, hipertensi  juga  dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: Umur, Obesitas, alkohol, rokok, dan faktor keturunan. Berdasarkan data sekunder yang diperoleh di Puskesmas Kassi- Kassi Bagian Pelayanan Keluarga Berencana jumlah akseptor KB yang menggunakan kontrasepsi hormonal suntik, pil dan Implant adalah sebagai berikut : KB Suntik 238, KB Pil 85 dan implant 28 Akseptor. 

Adanya peningkatan penggunaan kontrasepsi hormonal dalam masyarakat, tentu berpengaruh terhadap meningkatnya kasus hipertensi.  Berangkat dari permasalahan ini, penulis tertarik  untuk meneliti “hubungan antara kontrasepsi hormonal pil dengan kejadian hipertensi pada  wanita  usia subur”

Full Teks  Dowmload Now

Tag

Pemijatan bayi bulan penerapan bedside teaching mutu perbandingan persepsi pasien jps pengetahuan sikap perawat strategi pengaruh orientasi terhadap tingkat antara beban kerja efektifitas teknik pelaksanaan prosedur tetap dengan hubungan petugas pemberian cognitive support abstrak studi perbandingan persepsi kepuasan tentang bodi image pada relaksasi benson correlation attitude of pregnant in Mardiatun analysis of relation between prestation konseling keluarga gangguan diri pada pengetahuan sikap analyze correlation knowledge hubungan dukungan keluarga penyuluhan pre operasi kontrasepsi faktor-faktor pendidikan kesehatan gambaran klien yang analisis interpretasi kadar gds glukosa mekanisme koping pada perbedaan efek kompres survey hemoglobin lansia berdasarkan dalam derajat cacat kusta kekuatan otot penderita inisiasi relaksasi kepatuhan melaksanakan kualitatif konsep dan perilaku indeks prestasi lulusan terapi aktivitas kelompok tak body bidan karakteristik ibu pelatihan asuhan