Kumpulan Skripsi S1 Keperawatan: Trik Membuat Kerangka Konsep dan Hipotesis Penelitian
Sebelum anda melakukan download full teks terhadap semua skripsi dalam webblog ini maka sebaiknya anda membaca PRIVACI/WARNING dari kami

New* Proposal Lelang Rp. 500 Rb (Nego)>>> "Hubungan Penggunaagn Kontrasepsi PIL KB Hormonal dengan Libido pada Wanita Usia Subur" >>> Selengkapnya DISINI

New* Proposal lelang Rp. 500 Rb (Nego). >>> Hubungan Kafein Yang Terkandung Dalam Kopi Atau Teh Dengan Tingkat Kesuburan Pada Wanita Dari Pasangan Usia Produktif. read more ......

Share |


C A U T I O N !!!
Untuk membaca setiap url postingan dalam webblog ini, agan-agan akan di arahkan ke url adf.ly.com selama 5 detik, dan untuk melanjutkan membaca artikelnya maka tinggal klik "SKIP AD" yang berada pada pojok kanan atas dan agan akan diarahkan langsung ke url postingan yang mau dituju.

Senin, 08 Oktober 2012

Trik Membuat Kerangka Konsep dan Hipotesis Penelitian

Setelah memahami tentang konsep bagaimana membuat judul (lihat di Cara Mudah Membuat Sebuah Judul Penelitian dan di Trik Buat Judul Skripsi), maka pelajaran selanjtunya adalah tetntang bagaimana cara membuat kerangka konsep dan  hipotesis dari sebuah judul skripsi

A. Kerangka Konsep
Sebenarnya dalam membuat kerangkap konsep penelitian itu sangatlah mudah, karena hanya dengan melihat dari judul penelitian saja kita sudah dapat menentukan sebuah kerangka konsep atau malah sebaliknya. makin sering agan membolak-balikkan cara berpikir agan antar "judul dan kerangka konsep atau kerangka konsep dan judul" maka semakin lihai agan dalam menentukan penelitian apa yang baik ditelti dan tidak menyulitkan agan sendiri. (konsep ini harus diingat baik-baik sobat).

Mungkin ada pertanyaan dibenak agan sekalian, kok kenapa langsung ke pembuatan kerangka konsep (Bab III) ?, kenapa bukan latar belakang duluan alias Bab I dulu yang dibahas ?. Jawabannya adalah itu dia masalahnya gas, kamu ga mengerti aku, sejauh ini kamu ga bakalan ngerti aku (hehehehe, kaya dialog dalam lagu ariel aja).
Sebenarnya pembuatan kerangka konsep ini dimaksudkan adalah justru untuk memudahkan kita dalam membuat "pendahuluan (Bab I) dan kerangka teori/Tinjauan Materi (Bab II).
Mengapa demikian ?, karena masing-masing Bab I dan Bab II tersebut harus mengacu pada kerangka konsep dalam pembuatannya. Yang diharapkan bahwa apa yang diapaparkan dalam Bab I. Pendahuluan dan Bab II. Tinajauan Teori bisa singkron dengan Bab III. Kerangka Konsep. (nanti akan dibahas pada pembelajaran selanjutnya setelah penyajian ini selesai)

OK, mari kita kembali ke permasalahan pertama yaitu bagaimana cara membuat kerangka konsep. Pertama-tama, kita ambil sampel judul sebagai berikut (satu aja gan, gak usah banyak-banyak, nanti ane pusing and agan malah enak, tinggal nyimak doank) :

(contoh judul 1)
Gambaran/Studi Analisa/Hubungan Perokok Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X 
di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX

Catatan ;
  • pada tag yang berwana merah, silahkan pilih metode penelitian agan
  • pada tag yang berwana hijau, silahkan pilih tempat atau lokasi mana yang diteliti (tempat penelitian)
  • pada tag yang besimbol x, juga merupakan lokasi namun lebih bersifat area lokasi politik atau kebijakan itu diambil dan
  • terakhir, jangan lupa tahunnya.
Selanjutnya, mari kita lihat konsep seperti apa yang bisa dibuat dari contoh diatas, inilah dia....tadaaaaaa ;
  1. Perokok ; disini terdapat dua (2) perilaku kegiatan merokok yakni perokok aktif dan perokok pasif, maka dalam hal ini, agan harus mengambil kedua-duanya sebagai variabel penelitian dalam hal ini perokok sebagai variabel independen (variabel utama yang menjadi pokok masalah).
    Agan tidak bisa mengambil salah satunya, karena dalam contoh judul diatas pada dasarnya mengisyaratkan mewakilkan 2 kategori variabel. Dan jika hanya ingin mengambil salah satu variabel indepen saja, misalnya hanya ingin mengambil variabel perokok aktif saja, maka contoh judul diatas harus dirubah menjadi ;
      
    (contoh judul 2) 
    Gambaran/Studi Analisa/Hubungan Perokok Aktif Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X  
    di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX  

    Dan jangan lupa bahwa agan harus mampu mencari sumber literatur yang mampu mendefenisikan/menggambarkan secara luas dan lugas variabel tersebut.
     
  2. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) ; disini bertindak sebagai variabel dependen (variabel yang merupakan bertindak sebagai akibat/pembanding dari masalah utama). Dalam contoh kasus seperti ini maka sebagai variabel depen ; variabel yang menjadi akibat/pembanding dari masalah utama adalah PPOK dan Non PPOK (dalam hal ini tidak menderita PPOK). 
    Mengapa harus kedua ini yang diangkat menjadi variabel dependen ? Kenapa tidak mengambil variabel dependen, misalnya saja ; usia perokok, lamanya merokok, jumlah batangan rokok yang diisap perhari, kecanduan nikotin dll ?. Jawabannya adalah pada dasarnya dari judul pertama tadi diatas sudah mengindikasikan atau mengisyarakatkan bahawa hanya variabel dependen tersebutlah yang akan diteliti yakni PPOK dan Non PPOK.
Setelah mengerti pemaparan diatas maka, adapun bagan yang bisa di munculkn dari judul diatas adalah sebagai berikut :

Bab III.
Kerangka Konsep
(contoh judul 1)

Gambaran/Studi Analisa/Hubungan Perokok Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X 
di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX


Bagaimana ? simpelkan kan ? mudah kan ? menarik kan ? iya kan ?...trus emang harus bilang wow gitu ?...ya iyalah wow. hehehehehe.

Ok, tapi jangan senang dulu, bagaimana kalo contoh judul 1, judulnya saya rubah seperti berikut ;

(contoh judul 3)

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perokok Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X 
di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX

trus bagan kerangka konsepnya sebagai sebagai berikut


keneng dah loe, mencret-cret cret cret (ane yakin 100% ampuh bikin loe mencret), so pertanyaanya adalah ;
  1. Sudah benarkah judul diatas (dalam hal ini contoh judul 3) ?
  2. Bisa nggak diteliti ?
  3. Kalo memang bisa, apa memang ada hubungannya secara signifikan ?
  4. Trus, yakin nih ga bakalan diceramahin abis ma dosen pembimbing ?
 Dan satu lagi nih, coba bandingkan contoh judul 3 dengan judul berikut ini  ;

(contoh judul 4)

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX

 dan bagan kerangka konsep seperti berikut ; 


Hayoooooo, bingung ? pusing ? keneng ?. Saya yakin agan ga bakalan pusing dibuatnya. Dan saya yakin agan dah tahu jawabannya, mana judul dan kerangka konsep penelitian yang layak dan patut dietliti dan mana yang merupakan isapan jempol semata.

Ok, mari kita simak sama-sama.
Pada contoh judul 3 dan contoh judul 4 memiliki perbedaan yang sangat jelas, bila harus memilih yang mana yang akan diteliti, maka saya sendiri akan lebih memilih contoh judul 4 sebagai bahan penelitian. Mengapa demikian ?, Jawabannya adalah 
  1. pada contoh judul 3, variabel independen yang dimilikinya untuk membuktikan bahwa variabel tersebut dapat menyebabkan PPOK itu tidak terdapat dalam konsep teori.
  2. bahwa tidak mungkin penyebab orang merokok dapat menyebabkan PPOK, melainkan hasil dari kegiatan merokok itulah yang dapat menyebabkan seseorang PPOK.
Demikian cara/trik dalam membuat kerangka konsep. Mudah-mudahan agan (saya yaki pasti mengerti) bisa terinspirasi jau lebih baik dari apa yang coba saya paparkan disini. Namun sebelum menutup pembelajaran ini, ada baiknya kita simpulkan bahwa
  1. Untuk membuat kerangka konsep, harus beranjak dari judul penelitian atau sebaliknya ; dari kerangka konsep tercipta sebuah judul penelitian.
  2. Variabel penelitian harus mampu mewakili sample penelitian.
  3. Variabel independen harus mampu bertindak sebagai penyebab/pembanding dari variabel lainnya
  4. Variabel yang diteliti baik independen dan dependen harus memiliki tinjauan materi yang jelas
Next sesion
Selanjutnya adalah bagaimana membuat hipotesis dari kerangka konsep ada,

B. Hipotesis
Misalnya saja kita ambil sampel judul dan kerangka konsepnya sebagaoi berikut ;
Gambaran/Studi Analisa/Hubungan Perokok Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X 
di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX


maka Hipotesis yang dapat dibuat adalah sebagai berikut ;
  1. Ada hubungan perokok aktif dengan PPOK (Peyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX
  2. Ada hubungan perokok pasif dengan PPOK (Peyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX
  3. Ada hubungan perokok aktif dengan Non PPOK (Bukan/Diluar Peyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX
  4. Ada hubungan perokok pasif dengan PPOK (Peyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX
Cukup mudah bukan membuat kerangka konsep dan hipotesisnya ? dan kalau sudah demikian maka mulai dari  membuat judul, kerangka konsep dan hipotesisnya saja, maka kita sudah dapat gambaran terhadap penelitian kita sendiri, tentang apa dan bagaiaman yang harus dilakukan selanjutnya khususnya pada arah penelitian kita sendiri.

Demikian pelajaran kali ini...sekian
* Pembelajaran berikutnya adalah metode penelitian

9 komentar:

  1. mohon ma'af sblm.na,, "hantarkan hipoteis penelitian ini dengan beberapa kajian kepustakaan yang sesuai sehingga hipotesis ini muncul" ini apa maksud.na,, mohon bantuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sebelumnya sudah bertandan kemari dan mohon maaf bila lambat tuk merespon... Maksudnya adalaha bahwa ketika membuat sebuah penelitian maka yang harus agan pikirkan juga adalah adanya sumber literatur/referensi yang dapat memudahkan penelitian agan, baiknya buatlah penelitian dimana variable penelitiannya mudah diakses atau didapatkan..apalagi bila agan adalah peneliti pemula (baiknya cari penelitian yang tidak terlalu menantang)..cari amanlah..

      Hapus
  2. trimakasih ilmux. "Varaibel penelitian harus mampu mewakili sampel penelitian" itu apa ya maksudnya? atau mungkin pnjelasan trperincix

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh sudah 3 bulan nih koment ga kebalas..sory berat gan...ane sibuk ngurusin perencanaan anggaran di puskesmas,,,biar telat yg penting ada respon..hehehe. :-)...langsung aja, maksudnya adalah pada sampel yang kita mau teliti itu melekat sebuah variabel yang kita mau teliti..contohnya kita punya variabel penelitian tentang "efek merokok vs ISPA" terhadap perokok aktif dan pasif, maka sampel kita ya harus orang yg merokok sebagai sampel perokok aktifnya dan keluarga sang perokok tersebut sebagai perokok pasifnya...hal ini mengingat tingkat paparan asap rokok ini lebih tinggi terhadap sang perokok dan keluarganya. Nah nantinya sebagai sampel pembandingnya bisa dimabil dari keluarga yang notabene tidak memiliki anggota keluarga yang tidak suka merokok...nah disitu bisa kelihatan dimana intensitas kejadian ISPA yang lebih tinggi..apakah dari keluarga yang salah satu atau lebih anggota keluarganya merokok atau dari keluarga yang dimana tidak ada
      anggota keluarganya yang suka merokok.

      Dan perlu diketahui bahwa apapun hasil penelitian anda, apakah sesuai logika berpikir, landasan
      teori atau tidak...hal itu tidak jadi masalah..karena tujuan penelitian untuk mencari tahu..bukan
      mencari kebenaran...salam.

      Hapus
  3. Mohon pencerahan gan
    Untuk judul "hubungan kualitas pelayanan kesehatan thd kepuasan pasien Bpjs di puskesmas" gambaran hipotesisnya gmn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sori baru balas gan..lagi2 ane ksibukannya minta amploop..hehehe,
      langsung aja, buat gambaran hipotesisnya adalah sebagai berikut :

      1. Ada hubungan kepuasan pasien BPJS dengan kualitas pelayanan di puskesmas ...
      2. Ada hubungan kepuasan pasien Non BPJS (pasien umum, act) dengan kualitas pelayanan di puskesmas ...

      itulah gambaran hipotesis yang bisa saya sampekan gan, hal ini mengingat judul agan sudah amat sangat spesifik, mengingat
      1. variabel dari "kepuasan pasien BPJS" itu cuma ada 2 ; puas dan tidak puas
      2. sebagai data pembanding dari "kepuasan pasien BPJS" maka harus ada pengukuran "kepuasan atau tidak dari pasien yang non BPJS", dalam hal ini kita mau melihat apakah ada perbedaan pelayanan terhadap pasien BPJS, UMUM, atau JAMKESMA...(misalnya sperti itu)
      3. variabel dari "kualitas pelayanan" ini juga hanya memiliki variable : kurang, cukup, baik, dan sangat baik...dan ketika berbicara masalah kualitas pelayanan di puskesmas maka kualitas itu bisa nampak setelah keseluruhan pelayanan itu telah diberikan pada pasien dan pasien bisa meras puas atau tidak..dan inilah yang ingin agan ukur..

      kira-kira seperti itulah gambaran penelitian agan...makasih buat kunjungannya dan mudah-mudahan ini bisa membantu...;-)

      Hapus
  4. Mohon bantuannya donk...
    kalau judulnya "GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN WARIA TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN PADA WARIA DI WILAYAH A "

    thank you before... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim,..hmmmm...sebenarnya saya lebih respect jika yang mo shering itu bukan dari Anonim,..paling tidak di adalah seorang pemilik blog,..tp it's OK lah..ga jd soal kok..

      Langsung saja...dari judulnya sih sudah OK..tinggal kerangka konsep, hipotesis dan "KENDALANYA" gan aja...karena agan shering di page url yang membahas tentang Kerangka Konsep dan Hipotesis maka saya akan coba ngasih sudut pandang tentang hal itu ;

      1. Pada judul ini, agan akan melakukan penelitian terhadap Waria, sedangkan Pengetahuan,Sikap dan Tindakan Pencegahan HIV/AIDS itu adalah variable dari Waria yang akan di ukur ato diteliti yg bertindak sebagai Variabel Independen
      2. Sedangkan variabel sebelum dari "Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Tentang Pencegahan Penularan HIV/AID" itu akan bertindak sebagai Variabel Dependen
      3. Dua (2) item di atas sudah jadi kerangka konsep..tinggal agan bikin bagannya saja seperti contoh2 diatas,..yah tinggal bikin kotak dan garis putus2..hehehe
      4. Untuk hipotesisnya akan tersusun sebagai berikut :
      - Ada hubungan pengetahuan waria terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS
      - Ada hubungan sikap waria terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS
      - Ada hubungan tindakan pencegahan waria terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS
      5. Sedangkan untuk kendalanya adalah
      - Untuk mengukur sikap dan tindakan waria terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS itu butuh waktu lama,..agan harus check langsung (bukan sekedar interview) apakah benar warianya itu sudah bersikap dan bertindak secara kontinueu untuk melakukan pencegahan dan croscheknya harus ketat, tidak ada toleransi terhadap namanya lupa pake kondom, lupa beli, lupa ganti jarum suntik, dll
      - Ingat, pengetahuan bisa di rubah secara instan,tapi sikap dan tindakan itu butuh waktu gan. Emang waktu dan duit penelitian agan mencukupi ?
      - Penelitian agan ini bukan hanya sekedar melihat gambaran saja, tapi ada perlakuan yakni "penyuluhan"...yakin agan sanggup melakukan penyuluhan secara maksimal untuk merubah sikap dan tindakan waria ?
      5. Saran judul gan : Hubungan Pengetahuan Warian Tentang Pencegahan Penuluaran HIV/AIDS Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Pada....

      Mungkin itu dulu dari ane gan..moga membantu..salam.

      Hapus
  5. Mohon bantuannya dong kak kljudulnya kayak gini TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI RS X

    MAKASIH :)

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan agan-agan di webblog ini. Bila ada masalah download, segera laporkan secara terperinci dan juga bila ada unek2 yang mau ditanyakan silahkan berkomentar dengan baik. Semua koment akan dibalas sesegara mungkin selama pulsa ane buat OL masih ada.

Tag

Pemijatan bayi bulan penerapan bedside teaching mutu perbandingan persepsi pasien jps pengetahuan sikap perawat strategi pengaruh orientasi terhadap tingkat antara beban kerja efektifitas teknik pelaksanaan prosedur tetap dengan hubungan petugas pemberian cognitive support abstrak studi perbandingan persepsi kepuasan tentang bodi image pada relaksasi benson correlation attitude of pregnant in Mardiatun analysis of relation between prestation konseling keluarga gangguan diri pada pengetahuan sikap analyze correlation knowledge hubungan dukungan keluarga penyuluhan pre operasi kontrasepsi faktor-faktor pendidikan kesehatan gambaran klien yang analisis interpretasi kadar gds glukosa mekanisme koping pada perbedaan efek kompres survey hemoglobin lansia berdasarkan dalam derajat cacat kusta kekuatan otot penderita inisiasi relaksasi kepatuhan melaksanakan kualitatif konsep dan perilaku indeks prestasi lulusan terapi aktivitas kelompok tak body bidan karakteristik ibu pelatihan asuhan