Kumpulan Skripsi S1 Keperawatan: Trik Membuat Kerangka Konsep dan Hipotesis Penelitian
Sebelum anda melakukan download full teks terhadap semua skripsi dalam webblog ini maka sebaiknya anda membaca PRIVACI/WARNING dari kami

New* Proposal Lelang Rp. 500 Rb (Nego)>>> "Hubungan Penggunaagn Kontrasepsi PIL KB Hormonal dengan Libido pada Wanita Usia Subur" >>> Selengkapnya DISINI

New* Proposal lelang Rp. 500 Rb (Nego). >>> Hubungan Kafein Yang Terkandung Dalam Kopi Atau Teh Dengan Tingkat Kesuburan Pada Wanita Dari Pasangan Usia Produktif. read more ......

C A U T I O N !!!
Untuk membaca setiap url postingan dalam webblog ini, agan-agan akan di arahkan ke url adf.ly.com selama 5 detik, dan untuk melanjutkan membaca artikelnya maka tinggal klik "SKIP AD" yang berada pada pojok kanan atas dan agan akan diarahkan langsung ke url postingan yang mau dituju.

Hai rekan-rekan sekalian yang lagi sementara menyusun sebuah skripsi dan bagi mereka yang mencari literature buat makalah atau apapun itu yang menyebabkan hal ini menjadi kebutuhan anda, disini kami mencoba memberikan sebuah refensi yang bisa mendukung kegiatan anda tersebut. Harapan kami adalah kebutuhan akan sebuah referensi anda bisa temukan disini. Kami hadir hanyalah semata untuk berbagi ilmu, sebab kami sadari bahwa ilmu hanya bisa berguna bila bisa bermanfaat bagi khalayak namun kamipun tidak mendukung kegiatan plagiat dan olehnya itu bila anda melakukan hal tersebut maka konsekuensi dan tanggung jawab moral tentunya juga berada ditangan anda.

Kesalahan terbanyak yang paling banyak dilakukan oleh rekan-rekan ketika mencari sebuah referensi adalah ketika telah menemukan referensi yang dicarinya, maka tidak segan-segan melakukan kegiatan plagiat (mengkopi seluruh isi pustaka/buku) tanpa sudi membahasakan dalam bentuk bahasa dan pemahaman yang ditangkapnya dari referensi tersebut. Oleh itu kami sekali lagi tidak mendukung kegiatan tersebut

Dan kunci sukses dalam menyelesaikan sebuah skripsi adalah kerja keras. Tanpa kerja keras hasil yang anda peroleh pun juga nol. Mau atau tidak, hanya merekalah yang gemar bekerja akan mendapat hasil.

Rekan-rekan sekalian, disinipun kami tidak hanya sekedar memberikan referensi buat anda namun kamipun akan berusaha membantu anda dalam menyelesaikan skripsi, kami pun berharap mudah-mudahan pengunjung blog ini adalah mereka yang mau belajar dan bekerja.

Senin, 08 Oktober 2012

Trik Membuat Kerangka Konsep dan Hipotesis Penelitian

Setelah memahami tentang konsep bagaimana membuat judul (lihat di Cara Mudah Membuat Sebuah Judul Penelitian dan di Trik Buat Judul Skripsi), maka pelajaran selanjtunya adalah tetntang bagaimana cara membuat kerangka konsep dan  hipotesis dari sebuah judul skripsi

A. Kerangka Konsep
Sebenarnya dalam membuat kerangkap konsep penelitian itu sangatlah mudah, karena hanya dengan melihat dari judul penelitian saja kita sudah dapat menentukan sebuah kerangka konsep atau malah sebaliknya. makin sering agan membolak-balikkan cara berpikir agan antar "judul dan kerangka konsep atau kerangka konsep dan judul" maka semakin lihai agan dalam menentukan penelitian apa yang baik ditelti dan tidak menyulitkan agan sendiri. (konsep ini harus diingat baik-baik sobat).

Mungkin ada pertanyaan dibenak agan sekalian, kok kenapa langsung ke pembuatan kerangka konsep (Bab III) ?, kenapa bukan latar belakang duluan alias Bab I dulu yang dibahas ?. Jawabannya adalah itu dia masalahnya gas, kamu ga mengerti aku, sejauh ini kamu ga bakalan ngerti aku (hehehehe, kaya dialog dalam lagu ariel aja).
Sebenarnya pembuatan kerangka konsep ini dimaksudkan adalah justru untuk memudahkan kita dalam membuat "pendahuluan (Bab I) dan kerangka teori/Tinjauan Materi (Bab II).
Mengapa demikian ?, karena masing-masing Bab I dan Bab II tersebut harus mengacu pada kerangka konsep dalam pembuatannya. Yang diharapkan bahwa apa yang diapaparkan dalam Bab I. Pendahuluan dan Bab II. Tinajauan Teori bisa singkron dengan Bab III. Kerangka Konsep. (nanti akan dibahas pada pembelajaran selanjutnya setelah penyajian ini selesai)

OK, mari kita kembali ke permasalahan pertama yaitu bagaimana cara membuat kerangka konsep. Pertama-tama, kita ambil sampel judul sebagai berikut (satu aja gan, gak usah banyak-banyak, nanti ane pusing and agan malah enak, tinggal nyimak doank) :

(contoh judul 1)
Gambaran/Studi Analisa/Hubungan Perokok Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X 
di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX

Catatan ;
  • pada tag yang berwana merah, silahkan pilih metode penelitian agan
  • pada tag yang berwana hijau, silahkan pilih tempat atau lokasi mana yang diteliti (tempat penelitian)
  • pada tag yang besimbol x, juga merupakan lokasi namun lebih bersifat area lokasi politik atau kebijakan itu diambil dan
  • terakhir, jangan lupa tahunnya.
Selanjutnya, mari kita lihat konsep seperti apa yang bisa dibuat dari contoh diatas, inilah dia....tadaaaaaa ;
  1. Perokok ; disini terdapat dua (2) perilaku kegiatan merokok yakni perokok aktif dan perokok pasif, maka dalam hal ini, agan harus mengambil kedua-duanya sebagai variabel penelitian dalam hal ini perokok sebagai variabel independen (variabel utama yang menjadi pokok masalah).
    Agan tidak bisa mengambil salah satunya, karena dalam contoh judul diatas pada dasarnya mengisyaratkan mewakilkan 2 kategori variabel. Dan jika hanya ingin mengambil salah satu variabel indepen saja, misalnya hanya ingin mengambil variabel perokok aktif saja, maka contoh judul diatas harus dirubah menjadi ;
      
    (contoh judul 2) 
    Gambaran/Studi Analisa/Hubungan Perokok Aktif Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X  
    di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX  

    Dan jangan lupa bahwa agan harus mampu mencari sumber literatur yang mampu mendefenisikan/menggambarkan secara luas dan lugas variabel tersebut.
     
  2. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) ; disini bertindak sebagai variabel dependen (variabel yang merupakan bertindak sebagai akibat/pembanding dari masalah utama). Dalam contoh kasus seperti ini maka sebagai variabel depen ; variabel yang menjadi akibat/pembanding dari masalah utama adalah PPOK dan Non PPOK (dalam hal ini tidak menderita PPOK). 
    Mengapa harus kedua ini yang diangkat menjadi variabel dependen ? Kenapa tidak mengambil variabel dependen, misalnya saja ; usia perokok, lamanya merokok, jumlah batangan rokok yang diisap perhari, kecanduan nikotin dll ?. Jawabannya adalah pada dasarnya dari judul pertama tadi diatas sudah mengindikasikan atau mengisyarakatkan bahawa hanya variabel dependen tersebutlah yang akan diteliti yakni PPOK dan Non PPOK.
Setelah mengerti pemaparan diatas maka, adapun bagan yang bisa di munculkn dari judul diatas adalah sebagai berikut :

Bab III.
Kerangka Konsep
(contoh judul 1)

Gambaran/Studi Analisa/Hubungan Perokok Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X 
di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX


Bagaimana ? simpelkan kan ? mudah kan ? menarik kan ? iya kan ?...trus emang harus bilang wow gitu ?...ya iyalah wow. hehehehehe.

Ok, tapi jangan senang dulu, bagaimana kalo contoh judul 1, judulnya saya rubah seperti berikut ;

(contoh judul 3)

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perokok Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X 
di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX

trus bagan kerangka konsepnya sebagai sebagai berikut


keneng dah loe, mencret-cret cret cret (ane yakin 100% ampuh bikin loe mencret), so pertanyaanya adalah ;
  1. Sudah benarkah judul diatas (dalam hal ini contoh judul 3) ?
  2. Bisa nggak diteliti ?
  3. Kalo memang bisa, apa memang ada hubungannya secara signifikan ?
  4. Trus, yakin nih ga bakalan diceramahin abis ma dosen pembimbing ?
 Dan satu lagi nih, coba bandingkan contoh judul 3 dengan judul berikut ini  ;

(contoh judul 4)

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX

 dan bagan kerangka konsep seperti berikut ; 


Hayoooooo, bingung ? pusing ? keneng ?. Saya yakin agan ga bakalan pusing dibuatnya. Dan saya yakin agan dah tahu jawabannya, mana judul dan kerangka konsep penelitian yang layak dan patut dietliti dan mana yang merupakan isapan jempol semata.

Ok, mari kita simak sama-sama.
Pada contoh judul 3 dan contoh judul 4 memiliki perbedaan yang sangat jelas, bila harus memilih yang mana yang akan diteliti, maka saya sendiri akan lebih memilih contoh judul 4 sebagai bahan penelitian. Mengapa demikian ?, Jawabannya adalah 
  1. pada contoh judul 3, variabel independen yang dimilikinya untuk membuktikan bahwa variabel tersebut dapat menyebabkan PPOK itu tidak terdapat dalam konsep teori.
  2. bahwa tidak mungkin penyebab orang merokok dapat menyebabkan PPOK, melainkan hasil dari kegiatan merokok itulah yang dapat menyebabkan seseorang PPOK.
Demikian cara/trik dalam membuat kerangka konsep. Mudah-mudahan agan (saya yaki pasti mengerti) bisa terinspirasi jau lebih baik dari apa yang coba saya paparkan disini. Namun sebelum menutup pembelajaran ini, ada baiknya kita simpulkan bahwa
  1. Untuk membuat kerangka konsep, harus beranjak dari judul penelitian atau sebaliknya ; dari kerangka konsep tercipta sebuah judul penelitian.
  2. Variabel penelitian harus mampu mewakili sample penelitian.
  3. Variabel independen harus mampu bertindak sebagai penyebab/pembanding dari variabel lainnya
  4. Variabel yang diteliti baik independen dan dependen harus memiliki tinjauan materi yang jelas
Next sesion
Selanjutnya adalah bagaimana membuat hipotesis dari kerangka konsep ada,

B. Hipotesis
Misalnya saja kita ambil sampel judul dan kerangka konsepnya sebagaoi berikut ;
Gambaran/Studi Analisa/Hubungan Perokok Dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X 
di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX


maka Hipotesis yang dapat dibuat adalah sebagai berikut ;
  1. Ada hubungan perokok aktif dengan PPOK (Peyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX
  2. Ada hubungan perokok pasif dengan PPOK (Peyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX
  3. Ada hubungan perokok aktif dengan Non PPOK (Bukan/Diluar Peyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX
  4. Ada hubungan perokok pasif dengan PPOK (Peyakit Paru Obstruktif Kronik) Pada RS/Puskesmas/Kantor/Lembaga X di Kecamatan X Kab. X Pada Tahun 20XX
Cukup mudah bukan membuat kerangka konsep dan hipotesisnya ? dan kalau sudah demikian maka mulai dari  membuat judul, kerangka konsep dan hipotesisnya saja, maka kita sudah dapat gambaran terhadap penelitian kita sendiri, tentang apa dan bagaiaman yang harus dilakukan selanjutnya khususnya pada arah penelitian kita sendiri.

Demikian pelajaran kali ini...sekian
* Pembelajaran berikutnya adalah metode penelitian

110 komentar:

  1. mohon ma'af sblm.na,, "hantarkan hipoteis penelitian ini dengan beberapa kajian kepustakaan yang sesuai sehingga hipotesis ini muncul" ini apa maksud.na,, mohon bantuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sebelumnya sudah bertandan kemari dan mohon maaf bila lambat tuk merespon... Maksudnya adalaha bahwa ketika membuat sebuah penelitian maka yang harus agan pikirkan juga adalah adanya sumber literatur/referensi yang dapat memudahkan penelitian agan, baiknya buatlah penelitian dimana variable penelitiannya mudah diakses atau didapatkan..apalagi bila agan adalah peneliti pemula (baiknya cari penelitian yang tidak terlalu menantang)..cari amanlah..

      Hapus
  2. trimakasih ilmux. "Varaibel penelitian harus mampu mewakili sampel penelitian" itu apa ya maksudnya? atau mungkin pnjelasan trperincix

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh sudah 3 bulan nih koment ga kebalas..sory berat gan...ane sibuk ngurusin perencanaan anggaran di puskesmas,,,biar telat yg penting ada respon..hehehe. :-)...langsung aja, maksudnya adalah pada sampel yang kita mau teliti itu melekat sebuah variabel yang kita mau teliti..contohnya kita punya variabel penelitian tentang "efek merokok vs ISPA" terhadap perokok aktif dan pasif, maka sampel kita ya harus orang yg merokok sebagai sampel perokok aktifnya dan keluarga sang perokok tersebut sebagai perokok pasifnya...hal ini mengingat tingkat paparan asap rokok ini lebih tinggi terhadap sang perokok dan keluarganya. Nah nantinya sebagai sampel pembandingnya bisa dimabil dari keluarga yang notabene tidak memiliki anggota keluarga yang tidak suka merokok...nah disitu bisa kelihatan dimana intensitas kejadian ISPA yang lebih tinggi..apakah dari keluarga yang salah satu atau lebih anggota keluarganya merokok atau dari keluarga yang dimana tidak ada
      anggota keluarganya yang suka merokok.

      Dan perlu diketahui bahwa apapun hasil penelitian anda, apakah sesuai logika berpikir, landasan
      teori atau tidak...hal itu tidak jadi masalah..karena tujuan penelitian untuk mencari tahu..bukan
      mencari kebenaran...salam.

      Hapus
  3. Mohon pencerahan gan
    Untuk judul "hubungan kualitas pelayanan kesehatan thd kepuasan pasien Bpjs di puskesmas" gambaran hipotesisnya gmn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sori baru balas gan..lagi2 ane ksibukannya minta amploop..hehehe,
      langsung aja, buat gambaran hipotesisnya adalah sebagai berikut :

      1. Ada hubungan kepuasan pasien BPJS dengan kualitas pelayanan di puskesmas ...
      2. Ada hubungan kepuasan pasien Non BPJS (pasien umum, act) dengan kualitas pelayanan di puskesmas ...

      itulah gambaran hipotesis yang bisa saya sampekan gan, hal ini mengingat judul agan sudah amat sangat spesifik, mengingat
      1. variabel dari "kepuasan pasien BPJS" itu cuma ada 2 ; puas dan tidak puas
      2. sebagai data pembanding dari "kepuasan pasien BPJS" maka harus ada pengukuran "kepuasan atau tidak dari pasien yang non BPJS", dalam hal ini kita mau melihat apakah ada perbedaan pelayanan terhadap pasien BPJS, UMUM, atau JAMKESMA...(misalnya sperti itu)
      3. variabel dari "kualitas pelayanan" ini juga hanya memiliki variable : kurang, cukup, baik, dan sangat baik...dan ketika berbicara masalah kualitas pelayanan di puskesmas maka kualitas itu bisa nampak setelah keseluruhan pelayanan itu telah diberikan pada pasien dan pasien bisa meras puas atau tidak..dan inilah yang ingin agan ukur..

      kira-kira seperti itulah gambaran penelitian agan...makasih buat kunjungannya dan mudah-mudahan ini bisa membantu...;-)

      Hapus
  4. Mohon bantuannya donk...
    kalau judulnya "GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN WARIA TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN PADA WARIA DI WILAYAH A "

    thank you before... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim,..hmmmm...sebenarnya saya lebih respect jika yang mo shering itu bukan dari Anonim,..paling tidak di adalah seorang pemilik blog,..tp it's OK lah..ga jd soal kok..

      Langsung saja...dari judulnya sih sudah OK..tinggal kerangka konsep, hipotesis dan "KENDALANYA" gan aja...karena agan shering di page url yang membahas tentang Kerangka Konsep dan Hipotesis maka saya akan coba ngasih sudut pandang tentang hal itu ;

      1. Pada judul ini, agan akan melakukan penelitian terhadap Waria, sedangkan Pengetahuan,Sikap dan Tindakan Pencegahan HIV/AIDS itu adalah variable dari Waria yang akan di ukur ato diteliti yg bertindak sebagai Variabel Independen
      2. Sedangkan variabel sebelum dari "Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Tentang Pencegahan Penularan HIV/AID" itu akan bertindak sebagai Variabel Dependen
      3. Dua (2) item di atas sudah jadi kerangka konsep..tinggal agan bikin bagannya saja seperti contoh2 diatas,..yah tinggal bikin kotak dan garis putus2..hehehe
      4. Untuk hipotesisnya akan tersusun sebagai berikut :
      - Ada hubungan pengetahuan waria terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS
      - Ada hubungan sikap waria terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS
      - Ada hubungan tindakan pencegahan waria terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS
      5. Sedangkan untuk kendalanya adalah
      - Untuk mengukur sikap dan tindakan waria terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS itu butuh waktu lama,..agan harus check langsung (bukan sekedar interview) apakah benar warianya itu sudah bersikap dan bertindak secara kontinueu untuk melakukan pencegahan dan croscheknya harus ketat, tidak ada toleransi terhadap namanya lupa pake kondom, lupa beli, lupa ganti jarum suntik, dll
      - Ingat, pengetahuan bisa di rubah secara instan,tapi sikap dan tindakan itu butuh waktu gan. Emang waktu dan duit penelitian agan mencukupi ?
      - Penelitian agan ini bukan hanya sekedar melihat gambaran saja, tapi ada perlakuan yakni "penyuluhan"...yakin agan sanggup melakukan penyuluhan secara maksimal untuk merubah sikap dan tindakan waria ?
      5. Saran judul gan : Hubungan Pengetahuan Warian Tentang Pencegahan Penuluaran HIV/AIDS Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Pada....

      Mungkin itu dulu dari ane gan..moga membantu..salam.

      Hapus
  5. Mohon bantuannya dong kak kljudulnya kayak gini TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI RS X

    MAKASIH :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadiuhhh..anonim lagi..TINGKAT KEPUASA PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN DI RS X itu merupakan judul ga jelas..nih apa yang mo diteliti...Gambarannya kah, hubungannya kah, ato faktornya kah..dan coba liat koment-koment diatas..tuh dah pernah disinggung sebelumnya..mohon dibaca lagi page ini lebih detail baru bertanya yah...

      Hapus
  6. Assalamualaikum
    Mohon bantuannya. kearangka konsep dan hipotesis
    Judulnya "Pengaruh Sosial Media (FB, BBM) terhadap Peningkatan IPK Mahasiswa ..."

    Terima Kasih sebelumnya
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaah...judulnya keren bro tapi ada tapinya tuh.. :
      1. Karena saking bagusnya nih judul maka butuh waktu dan biaya lebih untuk melihat apakah ada pengaruh atau tidak pengunaan SOSMED (sosial media) ini terhadap IPK..susah untuk mengukur SOSMED vs IPK dalam jangka waktu 1 bulan, bakalan ga ngaruh..bahkan jika kalo mau melihat data kebelakang, 1 atau 2 tahun terakhir penggunaan SOSMED ini terhadap IPK...ini akan tambah kompleks pertanyaannya bro..mulai dari lamanya jam perhari penggunaan SOSMED vs berapa lama waktu luang belajar perhari,..dua ini aja harus jadi pertanyaan pembanding untuk di ajukan..waktu yg dipakai untuk SOSMED sy rasa paling lama 3 jam/hari..sedang belajar itu makan waktu 6 - 7 jam/hari termasuk saat kuliah...jadi agak sulit untuk membuktikannya bro..masa cuma lagi asik bermain di SOSMED 3 jam aja maka IPK naik ato turun bro ? beda kalo main game online..itu butuh waktu 5 jam..hehehe..biasanya IPK turun ato naik itu kalo pas belajarnya serius ato ngelantur/banyak melamunnya bro..

      2. judul ini merupakan ISSUE yg memang lagi HOT di kalangan mahasiswa dan sering jadi senjata ampuh buat alasan para ortu ato dosen tuk ngancam biar anaknya fokus di kuliahan...tapi masih ga relevan bro..bermain di SOSMED tidak mempengaruhi saraf kognitif untuk berlogika dan menurunkan tingkat kognitif individu...kalo ga percaya tanyakan pada diri sendiri dan teman,,seberapa lama bermain di SOSMED dan IPKnya naik ato turun ? BEDAKAN dengan bermain game online bro...itu lain hal.

      3. bermain di SOSMED memliki kencendrungan untuk melatih emosi saja, beda kalo main game online..emosi dan kognitif berjalan dan hal ini menimbulkan ketagihan..adrenalin di pacu, dopamin di otak terus dipaksa untuk produksi dan itu menimbulkan ke asikan bermain game online dan akhirnya malas belajar dan malas belajar = dapat zonk...jadi gimana bro..ngerti ga bro..

      4. Hadiuhhh kok malah ceramah nih..hehehe..sori bro...;-)

      Tapi kalo mau kerangka konsepnya maka sebagai berikut :

      Varibel Independen :
      - Pengaruh SOSMED (FB,BBM.YM, GTalk,dll)

      Variabel Dependen :
      - Peningkatan IPK Mahasiswa
      - Penurunan IPK Mahasiswa

      tinggal di bikini bagan tuh bro seperti contoh diatas

      Terus Hipotesisnya :
      1. Ada Pengaruh SOSMED terhadap peningkatan IPK Mahasiswa
      2. Tidak ada Pengaruh SOSMED terhadap peningkatan IPK Mahasiswa
      3. Ada Pengaruh SOSMED terhadap Penurunan IPK Mahasiswa
      4. Tidak ada Pengaruh SOSMED terhadap Penurunan IPK Mahasiswa

      Nah, itu aja yang bisa saya bantu bro...salam..:-)

      Hapus
  7. kak mohon bantuan dong kerangka konsep dan hipotesis judulnya "gambaran pola berkemih pada wanita lansia"
    makasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung saja...saya review balik dulu mengenai "GAMBARAN"..jika ingin melakukan penelitian hanya untuk melihat GAMBARAN saja maka berarti hanya betul-betul melihat berdasarkan frekuensi suatu kegiatan tanpa mencari tahu korelasi satu kegiatan dengan yang lainnya..setiap penelitian yang berjudul GAMBARAN sebenarnya penelitian paling mudah...hampir ga ada tantangannya..Dan melihat dari judul diatas, ini sih judul buat anak D3 (sori..bukannya meremehkan ato merendahkan)..pasalnya banyak penelitian yang hanya sekedar melihat GAMBARAN namun sangat berkualitas untuk seukuran S1..cobalah untuk mencari yang lebih lagi.

      Sedang untuk kerangka konsepnya adalah sebagai berikut :

      Yang diteliti
      - Frekuensi berkemih/hari
      - Warna urine
      - Sensai berkemih : tuntas ato tidak tuntas/nyeri ato tidak/sulit ato tidak/dll
      - Volume urine/hr
      - dll/tambahin sendiri lah..

      Yang ga diteliti (ini adalah faktor X yang tetap harus ada dalam pembahasan yang memepengaruhi Gambaran Berkemih seseorang :
      - Tingkat aktifitas harian
      - Konsumsi Obat
      - Psikologis
      - Tonus otot
      - Suhu
      - Sex (jenis kelamin)
      - dll / tambahin sendiri lah..ato dikembangkan lagi

      Nah, dari item diatas tinggal dibikin kotak, yang satu kotak yang berisi item yang mo diteliti dan yang lainnya adalah kebalikannya..ini berarti adak dua kotak item...terus bikin panah yang mengarah kotak yang berisi Lansia (jangan lupa batasan umur lansianya)...udah, gitu aja kok.

      Tapi saya saranin,judulnya dikembangkan lagi lah..biar agak nantangin dikit..nih judul lempeng betul jalan ceritanya..hehehehe..bukan ngeledek yah..peace

      Nah..itu aja saran dari saya..mudah-mudahan ini semua bisa membantu, moga sukses...;-)

      Hapus
  8. Assalamualaikum
    Sesama suku bugis thanks bro atas kritik dan sarannya.

    Maaf sebelumnya, ini judul ku angkat nda sembarangan bro. di karenakan sekitar 4 bulanan judul ini ku pikir, sudah beberapa kali ku konsulkan ini judul dan itulah hasilnya.
    satu lagi, saudara tdi bilang klau mahasiswa main sosmed/game online sekitar 5 jam mngkin baru ada pengaruh. Saya bro, rata2 sosmed sekitar 12 jam, malahan paling lama 16 jam. Dan sampel yg nnti aku mau ambil sudah ku survei, rata2 mahasiswanya sosmed sekitar 6-8 jam.

    Makasih sekali lgi bro atas kritik dan sarannya. Maaf bro klau ad kata2 yang tidak berkenan.

    wassalam

    BalasHapus
  9. assalamualaikum
    mohon bantuannya dong kerangka konsep dan hipotesis
    Judul: perencanaan strategis pengembangan usaha pada industri kecil x
    makasih :)

    BalasHapus
  10. assalamualaikum
    mohon bantuannya dong kerangka konsep dan hipotesis
    Judul: Perencanaan Strategis Pengembangan Usaha pada Industri Kecil x
    maaf kalo publikasi 2x
    makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung saja...dari judul sih kurang matang..nih apanya yang mo diteliti..gambaran, faktor, ato hubungannya...nih saya kasih contoh yah :
      1. Gambaran perencanaan strategis pengembangan usaha industri keci X
      2. Faktor-faktor perencanaan strategis pengembangan usaha industri keci X
      3. Hubungan perencanaan dengan strategis pengembangan usaha industri keci X
      4. Studi analisa perencanaan strategis pengembangan usaha industri keci X

      nah..pilih tuh salah satunya...ato ada yang lebih keren, baru deh bisa dibikin kerangka konsepnya...kalo judulnya dah bener maka kerangka konsepnya juga demikian gan...;-)

      Hapus
  11. Mau tanya dong kerangka konsep dan hipotesis Judul: Faktor-faktor perencanaan strategis pengembangan usaha industri kecil X
    makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm...nih yg kamarin yah..kok ga d bales pada room yg sama..ini mah room yang baru...jadi kliatan ga nyambung gitu..hadiuh...its OK lah

      Nah ini baru ada peningkatan dikit, dikiiiiiit bener...opsi no 2 yang saya contohin itu sebenarnya masih perlu dibaikin tuh judulnya...itu kan skedar gamblangnya aja..hadiuh..senang COPAS yah..next time,dont do that..

      Kalo mo judul yang lebih mengena ke tujuannya maka hasilnya ;
      "..Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhisilan perencanaa strategis usaha kecil X..."
      Gimana ?, keliatan kan arah skripsinya mau dibawah kemana..bandingkan judul agan sendiri yang kayak gini nih :
      Faktor-faktor perencanaan pengembangan usaha industri kecil X...
      judul skripsi gini itu luaaaaas bangaet jangkauannya...ini sama dengan ngajak kencan tapi sambil bertanya KAPAN KITA KEMANA..? jadinya linglung

      OK, langsung saja...untuk Kerangka konsep dari judul yang saya paparkan hasilnya :
      Variabel Independen
      - Pengetahuan tentang usah kecil X
      - Modal usah kecil X (sumber modal/dll)
      - Strategi usaha kecil X (tempat/model usaha/pengelolaan keuangan/dll)
      - Sasaran usaha kecil X (analisa pasar/target pangsa pasar/dll)
      - Tujuan usaha kecil X
      - dst..tambahin sendirila kalo perlu, search di mbah google..

      Mungkin itu beberapa faktor yang berpengaruh pada usah kecil x, bisa ditambahin lagi tuh butirannya, tinggal agan tanya/survei aja pada sang pengusaha butir-butir tersebut..itu akan lebih mengena.

      Sedangkan Vaktor Dependennya akan jadi seperti ini ;
      - Keberhasilan usaha kecil X

      Untuk kerangka konsepnya dah jadi, tinggal di buat bagan kayak contooooooh diatas sonoooooh.

      Trus buat Hipotesisnya, akan jadi sbb :
      - Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan keberhasilan usah kecil X
      - Ada hubungan modal dengan keberhasilan usah kecil X
      - Ada hubungan strategi dengan keberhasilan usaha kecil X
      - Ada hubungan sasaran dengan keberhasilan usaha kecil X
      - Ada hubungan tujuan dengan keberhasilan usaha kecil X

      Selesai..mungkin itu yang saya bisa saya bantu...saran saya adalah OPEN YOUR MIND..salam.

      Hapus
  12. assalamu alaikum
    mohon bantuannyaa
    kerangka konsep judul : penerapan JSA (job safety analysis) sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di PT. X

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung saja...judulnya dah mantap dikit...kenapa demikian ? hal ini karena jenis pekerjaan yang mo diteliti itu sendiri ga specifik, nih saya kasih gambaran yah..kata dasarnya kan "kecelakaan kerja"..nah jenis pekerjaan apa yang bisa bikin celaka, jangan pernah bilang ''semua jenis pekerjaan bisa bikin celaka", ga boleh demikian banget gan,.harussss, harus, harus sepcifik..nih contohnya, JSA pencegahan kecelakaan kerja di bengkel pembuatan pagar, ato JSA pencegahan kecelakaan kerja pembersih cermin gedung tinggi..dst, dari sekian pekerjaan yg bisa bikin insiden, jenis pekerjaan mana yang mo diteliti terkait penerapan JSAnya..kan tiap pekerjaan meliki JSA yg beda-beda..di JSA di bengkel pembuatan pagar dan JSA pembersih gedung tinggi misalnya...kan beda tuh..gak bakalan sama gan..dan sedikit info nih, bahwa JSA suatu pekerjan itu selalu terkait ma SOP(standar operasional prosuder) pekerjaan itu sendiri...nah, ini aja buat sharenya...mungkin kalo dah judulnya dah bagus, maksudnya jenis pekerjaan dah jelas, baru deh bisa dibuat kerangka konsep... salam

      Hapus
  13. Gan klo judul nya "stereotype gender terhadap kemampuan buruh perampuan di pabrik batu bata merah" tu gmn gan..konsep operasional nya..makasih ya gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung saja...stereotype gender itu sendiri kan terbagi dua nih yakni laki dan perempuan...jadi kalo mo disimak dari judul agan ini terdapat dua kelompok pekerja yang dimana laki dan perempuan ini masing-masing memiliki keyakinan kuat akan talenta, skill, ego, dst terhadap kemampuan produktifitas dalam memproduksi bata merah...artinya ke 2 dua kubu ini saling bersaing mana yg lebih produktif antara gender laki ato gender perempuan dalam menghasilkan bata merah yang bernilai jual tinggi (banyak, murah dan mutu terjamin...heheheh..indonesia banget nih)

      Dari arah penelitian diatas maka kerangka konsepnya adalah apa yang menjadi keyakinan kuat (bisa berupa ; ego, skill, talenta, ketahanan fisik, EQ dan IQ, dst)..

      Untuk sementara ini dulu, mudah-mudahan bisa membantu dan next time bisa kita saling berbagi pengalaman..salam

      Hapus
  14. mohon bantuannya dong buat kerangka konseptual dengan judul "MAKNA ITEM DI DALAM GAME SEBAGAI KOSMETIK UNTUK KARAKTER" jadi kaya gmana ya? judul yang lebih cocok juga bagaimana kalau ada saran, penelitian saya kualitatif dengan studi kasus gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. mari review sejanak, penelitian kualitatif merupakan penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian dan penelitian kualitatif jauh lebih subyektif...

      Dari review diatas..yakin nih mau melakukan penelitian MAKNA ITEM DI DALAM GAME SEBAGAI KOSMETIK UNTUK KARAKTER ?..yakin ada landasan teorinya ?..ane jg puyeng nih judul..penelitiannya dah terjawab ma judulnya sendiri..yang mo diacari "makna item game"..jawabannya yah sebagai "karakter game"...

      Kalo saran judul sih..ane ga punya gan, kan saya ga tau agan itu mo penelitian tentang apa ? saran lainnya adalah baikin judul ato ganti judul ato ganti target penelitian..semoga ini membantu..jangan patah semangat gan..;-)

      Hapus
    2. bos kalau judulnya masih tetap "MAKNA ITEM DI DALAM GAME BAGI GAMER" gimana? karena studi kasus dan saya menemukan keunikan kasusnya disini http://www.gameskinny.com/ow6ba/dota-2-courier-sells-for-38000
      dan masih banyak yg seperti itu, kira kira bisa ga ?

      Hapus
    3. oooww...sebenarnya sih saya ada masalah ma game..bukan game lover abis..tapi kalo melihat dari judulnya sih, saya coba untuk memaknai bahwa ini berarti agan kepengen mengukur seberapa besar makna "item game" dalam permainan game, apalagi kalo levelnya dah tambah, maka akan semakin membutuhkan "item game" yang sesuai kelas/levelnya...seperti kebutuhan speed, skill, akurasi,.act..dari tokoh yang diperankan..pokoknya semuanyalah...

      Bukankah ssperti itu Rhoma ? (becanda gan)..jadi kalo melihat dari judulnya sih, maka akan seperti itu arah penelitian agan..jadi judulnya sih ga ada masalah, sah-sah saja jika ingin menguji hal tersebut..tinggalnya nyari literatur tentang "item game"...mulai dari makna, fungsi, jenis karakter item game yg secara garis besar yang paling banyak dibutuhkan, ato lainnya

      Karena permintaannya adalah masalah kerangka konsep studi kasus, maka bisa di buat sebagai berikut :

      * Subyek penelitian : gamer
      * Fokus penelitian : makna item game dalam sebuah game (program game)
      * Metode pengumpulan data : wawancara dan observasi
      * Analisa data :umumnya hanya menampilkan data kuantitatif (frekuensi)

      Untuk saat ini, itu dulu yang saya bisa share..semoga bisa membantu,,,selamat berburu..serbuuuuuuuuuuu

      Hapus
  15. assalamualaikum,
    gan mohon bantuannya, kalo judulnya hubungan antara tingkat stress dengan frekuensi dan jumlah ulser stomatitis aftousa rekuren, bagaimana kerangka teorinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat datang d gubuk kami....langsung saja,..untuk kerangka teori dari ulser stomatitis ini tinggal nyari di mbah google...banyak tuh bertaburan...mudah di dapatkan...ini bukan masalah signifikan.

      salam

      Hapus
  16. ass bg klw judul ny dampak pernikahan mahasiswa pada masa studi terhadap prestasi beljar .jadi kerangka konsep dan definisi operasional ny sepert ap .thank

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa alaikum salam...langsung saja...untuk kerangka konsep dari judul agan bisa dibuat sebagai berikut ;

      BAB. III. KERANGKA KONSEP

      Redaksi bla bla bla....

      a. Yang menjadi varibel independe ; variabel ini bisa terdiri dari yakni ; 1. Mahasiswa yang menikah pada masa studi. dan 2. Mahasiswa yang tidak menikah pada masa studi...(dua-duanya harus diteliti untuk dijadikan pembanding)

      b. Yang menjadi variabel dependen ; variabel ini bisa terdiri dari beberapa kriteria yakni ; 1. IPK Buruk. 2. IPK Cukup. 3. IPK Sedang. 4. IPK Baik. 5. IPK Sangat Baik (ini bisa menyesuaikan kebutuhan penelitian)

      Dan untuk defini operasionalnya maka agan harus mencari litaraturnya baik melalui media online (bisa di ambil dari artikel yang berkompeten), media cetak (wajib dalam bentuk buku, sumber dari majalah, dll biasanya ngawur)

      Dan yang harus di definikan secara operasional adalah kriteria dari masing-masing variabel independen dan dependen...Defenisi operasional tersebut agan bisa cari di mbah google...

      Jika kriteria tersebut tidak memiliki defini operasional yang jelas, maka kriteria tersebut harus difenisikan berdasarkan perkata dan kemudian disatukan sendiri berdasarkan pemahan dan tentunya dengan gaya bahasa formal yang baik...misalnya ; kriteria "mahasiswa yang menikah pada masa studi"...tentunya kriteria ini tidak memiliki sumber baku, maka caranya adalah agan mencarikan definisi "kata mahasiswa", "kata menikah", "kata masa", dan "kata studi"...jika sudah ketemu, agan susun redaksi tersebut sehingga bisa mengartikan/menjabarkan kalimat "mahasiswa yang menikah pada masa studi"...oh ya...mungkin ini kelihatan konyol...tapi seperti itulah cara kerja dunia ini berjalan..dunia formalitas harus memiliki sumber yang jelas...ga bisa dibahasakan secara bahasa pasar, bahasa gaul/slank.

      Saya rasa ini cukup...jika masih ada unek2...silahkan bertanya kembali...trims

      Hapus
  17. assalamualaikum bang
    ane ada judul nih bang " analisis penerapan e-faktur ppn pada pt. x sebagai upaya pembenahan penerbitan faktur pajak"
    untuk konsepnya seperti apa bang ? dan apakah ada alat ukurnya untuk kosep yang akan diberikan ..
    terima kasih sebelumnya bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa alaikum salam...langsung saja...kalo judul seperti yang agan sebutkan itu sih rasanya masih terlalu luas jangkauannya..nih saya kasih gambaran...; "analisis penerapan e-ppn"...ini berarti dengan adanya aplikasi tersebut kita akan mengaanalisis variabel berupa :

      - variabel manfaat (manfaat ini juga harus punya kriteria hasil yang kita inginkan; )

      - variabel perhitungan (ini juga harus punya kriteria hasil yang kita inginkan ; memudahkan/tidak dalam perhitungan pajak)

      - variabel pelaporan (ni juga harus punya kriteria hasil yang kita inginkan, misalnya ; memudahkan ata tidak dalam pelaporan pajak perusahaan, atau dalam bentuk kriteria lainnya)

      - variabel penggunaan e-faktur ppn (ni juga harus punya kriteria hasil yang kita inginkan, misalnya ; mudah/sulit di operasikan, atau dalam bentuk kriteria lainnya)

      Nah...dari variabel analisis penerapan e-faktur ppn yang saya sebutkan diatas bisa jadi masih banyak lagi analisis-analisis variabel lainnya yang harus diteliti.

      Artinya dengan judul agan seperti diatas itu, jangkauannya masih terlalu luas..dan jika terlalu luas..maka arah penelitian agan bisa-bisa jadi benang kusut..kalo pun dengan semangat 45 untuk meneliti dari semua variabel tersebut..maka hasilnya agan akan memerlukan banyak waktu dalam penelitian.

      Saran saja...persempit judul agan dengan menekankan pada 2 ato 3 variabel tertentu saja agar penelitian agan bisa fokus dan ga menyita waktu.

      Hapus
    2. wah mantap masukannya bro.. ane akan mempersempit untuk judulnya mas bro, biar kebelakangnya memudahkan untuk penyelesaiannya.. matur nuhun mas bro. semoga kebaikan mas bro mendapatkan balasannya dari -Nya. amien.. sekali lagi matur suhun yo mas bro.. semangat 45 fighting....

      Hapus
  18. assalamualaikum bro, mau nanya qlo judulnya "implementasi konvensi internasional mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial 1965 terhadap masyarakat adat kajang", gmana nentuin variabelnya dan diagram konseptualnya bro, thanks before bro

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa alaikum salam...kalo dari segi judul sih sudah "mapan"...dan kalo judul sudah mapan gini, malah lebih enak untuk memberikan variabel...so, langsung saja ;

      Dari judul agan, maka ada dua variabel yang agan mo teliti ;

      1. variabel "implementasi konvensi ras international" (variabel independen)...dan untuk kriterianya terdiri dari ; masalah suku, warna kulit, keturunan atau kebangsaan atau suku bangsa.

      2. variabel "masyarakat adat kajang" (variabel dependen)...dan untuk kriterianya ; kemajuan pendidikan, sosial ekonomi, sosial politik, dll (semua yang berkaitan kemajuan masyarakat adat kajang ditengah modernitas saat ini)

      Dan untuk diagramnya...dari variabel tadi diatas, agan tinggal tarik garis aja seperti contoh diatas (contoh diagram pada point B. Hipotesis).

      Sekedar review saja...bahwa biasanya diskriminasi ras ini terjadi dengan maksud untuk mengkerdilkan sekolompok masyarakat agar jauh dari perbaikan peradaban berupa pendidikan, ekonomi, politik, infrastruktur, dll....oleh karena itu, agan harus faham betul mengenai arah judul skripsi agan. Dan satu hal lagi bahwa, untuk saat ini...judul agan memang sudah "mapan" namun apakah judul agan ini masih jadi momok, trend sosial yang saat ini memang menjadi dilema...yang saya takutkan, kalo judul agan sudah tidak lagi jadi trend sosial yang mengancam perkembangan suatu kelompok.

      ok...untuk saat ini saya rasa cukup...bila ada pertanyaan lagi, saya akan coba bantu.

      Hapus
    2. thaks sob, diskriminasi adat yang saya masukan disini adalah adat kajang,bulukumba, selawesi selatan sob. ini masaih menjadi topik yang trend untuk dipermasalhkan sob.

      Hapus
  19. assalamualaikum mas bro... aku lagi bingung kerangka konsep & kerangka teori... bisa minta tolong ga... :( aku ambil judul hubungan kebiasaan vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva pada siswi kelas XI SMK.. balas yah.... makasiiih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa alaikum salam mba bro...untuk judul ini juga sih sudah "mapan"..SPOnya jelas...dan sebenarnya sih ga perlu bengong kalo masalah kerangka konsepnya, apalagi kerangka teorinya...karena dari judulnya itu dah ketahuan..

      Nih, saya kasih tahu tehniknya nih...dan ini berlaku buat semua mahasiswa online saya nieh...hehehehehehe (b'canda aja)..

      Untuk membuat kerangka konsep dari judul yang ada itu, sebenarnya kita tinggal memenggal redaksi kalimat judulnya..misalnya judul mba bro Bella.."Hubungan Kebiasaan Vulva Hygiene Dengan Kejadian Pruritus Vulva Pada Siswi Kelas XI SMK"...nah kita ambil yakni ;

      1. Variabel "Kebiasaan Vulva Hygiene" (ini berlaku sebagai variabel independen)...untuk kriterianya bisa ; intensitas, metode, penggunaan bahan pembersih (alami ato kimia), dsb

      2. Variabel "Kejadian Pruritus Vulva" (ini berlaku sebagai variabel dependen)...untuk kriterianya ; terjadinya Pruritus Vulva dan tidak terjadinya Pruritus Vulva

      Nah...dua varibel diatas dan masing-masing kriterianya itu adalah "kerangka konsepnya"

      Dan utnuk kerangka teorinya, mba bro tinggal nyari di mbah google tentang varibel dan masing-masig kriteria diatas.

      saya rasa ini dah cukup jelas...bila masih bengong..silahkan bertandan lagi.

      Hapus
  20. satu lagi bro, qlo judulnya tinjauan hukum terhadap akta di bawah tangan yang dilegalisasi notaris dihubungkan dengan kekuatan pembuktian di pengadilan, g'mana diagram konseptualnya bro? thanks before

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung saja...kalo judulnya "tinjauan hukum terhadap akta di bawah tangan yang dilegalisasi notaris dihubungkan dengan kekuatan pembuktian di pengadilan"...ini sih parah, hancur berat...sori nih...tapi jujur itu sakit..

      mari review judulnya bro ;

      - pertama, tinjauan hukum terhadap akta di bawah tangan ; nih hukum apa yang mo ditinjau, nikah dibawah tangan kah ?, ato kuasa dibawah tangan ? (ini biasanya berupa pendelegasian kuasa kepada kerabat terdekat dari anak yang belum dewasa secara hukum untuk suatu keperluan hukum), ato yang lainnya ?

      - kedua, bahasa penelitian itu selalu mengacu pada keinginan tahuan terhadap hal tertentu dan memiliki gaya bahasa ; hubungan, gambaran, studi analisa, faktor-faktor...,dst.
      kalo gaya bahasanya "tinjauan hukum" ; itu artinya agan akan mengupas materi hukum bla bla bal dibawah tangan tadi

      - ketiga, setelah ketemu dan mengupas materi hukumnya dimana materi itu legalisasi oleh notaris lagi ?!!@#?$%$?? (itu tanda bengong dari saya bro...puyeng ane mikirkan) trus dibuktikan dengan pembuktian pengadilan ??@@&&###...haiewf...nih saya mulai pening nih bahas nih judul...

      - keempat, coba simak kembali judulnya, kalo "tinjauan" itu sih ga usah diteliti, ga usah dibuktikan dipengadilan karena hanya inigin sekedar meninjau suatu produk hukum...kecualia mas bro seorang anggota DPRI/MPRI, nah itu baru bisa meninjau kembali produkum hukum...kayak reall film di TV - TV itu..yang bisa merubah produk hukum...

      jad intinya ZONK...mudah-mudahan masukan saya ga bikin linglung, apalagi sampai linu-linu...

      Hapus
  21. Kebetulan dapat tugas makalah yang harus ada kerangka konsepnya..... ane tidak mengerti apa itu kerangka konsep, tapi setelah baca penjelasan agan TAU OGIE.. semua jadi jelas. Terima kasih... bantuan agan sangat bermanfaat bagi mahasiswa seperti ane.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama gan...saya merasa lega jika tulisan saya bisa membantu...n makasih juga buat kunjungannya. salam blogger

      Hapus
  22. assalamualaikum. tanya lagi sob, qlo judulnya perlindungan hukum terhadap anak sebaga korban tindak pidana pemerkosaan yang dilakukan oleh anak, nentuin variabelnya gmana sob?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sory baru balas gan...lagi sibuk urusan kantor yang ribet..langsung saja...untuk menentukan variabel dari sebuah judul penelitian itu sebenarnya sih ga sulit...justru kita variabel itu datang dari judul atau sebaliknya..judul itu muncul karena adanya varibel...inilah yang disebut sebagai kerangka konsep (kalo saya sendiri mengartikan sebagai kerangka berpikir)...

      kalo dari judul agan, yang menjadi variabelnya berarti ;
      1. hukum perlindungan anak
      2. Korban
      3. pelaku

      dari tiga varibael diatas, harus punya kriteria..misalnya ;
      2. korban;---> yang termasuk dalam kriteria korban itu seperti apa ?...disini agan harus jelaskan secara detil.dst.

      dan pada akhirnya akan menjadi kerangka konsep sebagai berikut

      - hukum perlindungan anak ---vs----> Korban
      - hukum perlindungan anak ---vs---->pelaku

      dan pada akhirnya disini akan terlihat apakah hukum perlindungan anak ini mampu melihat korban itu sebagai korban dan apakah hukum perlindungan anak ini mampu melihat pelaku itu sebagai pelaku.

      sekian...semoga membantu.

      Hapus
  23. Malam gan...
    Mohon bimbingannya..
    Kalau judul analisa kemampuan dan kemauan pasien membayar biaya perawatan saluran akar di klinik gigi x
    Untuk kerangka konsep dan hipotesisnya bagaimana ya?
    TrimAkasih atas bantuannya :)
    Tria

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebetulan, malam juga...tapi dimalam yang berbeda...dan sori baru balas...

      langsung saja, untuk kerangka konsepnya;

      kemampuan membayar ----vs----> biaya perawatan akar gigi
      - miskin
      - kaya

      kemauan membayar ----vs----> biaya perawatan akar gigi
      -
      -

      dan setiap dari varibel diatas harus memili kikriteria, saya dah kasih contoh diatas, misalnya variabelnya adalah "kemampuan membayar" dan kriterianya "miskin" / "kaya"...disini agan harus mampu menjelaskan yang disebut miskin itu seperti apa dan ukurannya bagaimana ? (cari dimbah google)

      dan untuk hipotesisnya, cukup juga memberikan pertanyaan pada varibelnya..;

      H0 (hipotesis awal)
      1. adakah kemampuan pasien miskin membayar biaya perawatan sluran akar gigi ?
      2. adakah kemampuan pasien kaya membayar biaya perawatan sluran akar gigi ?
      3. adakah kemauan pasien miskin membayar biaya perawatan sluran akar gigi ?
      4. adakah kemauan pasien kaya membayar biaya perawatan sluran akar gigi ?

      sekian, semoga membantu

      Hapus
  24. agan.. mau minta tolong ehehe kalo judulnya 'gambaran pengetahuan ibu hamil trimester I tentang emesis gravidarum' itu kerangka konsep sama definisi operasionalnya gimana ya? makasih sebelumnya :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung aja ceramahnya..nih kalo mo nyimak ulasan saya diatas pastinya dah tahulah..ato kalo ga mo repot tinggal download file yg sy sediakan disini...banyak tuh contoh judul n bisa dipetik pengetahuan didalamnya.."no plagiat".

      OK..kalo judulnya "gambaran pengetahuan ibu hamil trimester I tentang emesis gravidarum"...maka kerangka konsepnya dipetik dari judul...

      nih kerangka konsepnya ;

      (variabel indenpen)............... (variabel dependen)
      gambaran pengetahuan ---vs---> emesis gravidarum
      kriteianya ; ...................... kriterianya ;
      -cukup ........................... - mual
      -baik ...................... ..... - muntah
      -kurang ...................... .... - frekuensi
      . . . .............................- usia kehamilan

      dari kerangka sederhana di atas masih bisa dikembangkan tuh..(dont ask how), banyakin google walking.

      sedangkan definisi operasionalnya mengacu pada kerangka konsep..yang ello mesti bikin definisi operasionalnya itu adalah variabel dan kriterianya..tonggal nyari tuh di google...mudah2an ceramah singkat ini bisa bikin Putel faham.

      sekian

      Hapus
  25. assalamualaikum wr. wb.
    mau tanya gan kalau untuk judul ini "REKAYASA PERANGKAT LUNAK SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) PADA POLRESTABES SEMARANG" konsep penelitiannya gimana yah masih bingung :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. wassalam..sama dengan diatas, konsep penelitian, kerangka konsep, kerang pikir..ato apapun kerangka itu..semuanya mengacu pada judul, begitu juga sebaliknya...dari kerangka konsep bisa jadi sebuah judul penelitian...

      langsung saja..saya baikin dulu judulnya like this "REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) TERHADAP SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) PADA POLRESTABES SEMARANG"...kliatan kan bedanya ? disimak yah.

      disini agan berarti akan meneliti "RPL -----vs---->SPKT"

      dan disinipula artinya agan akan mencari tahu model RPL apa yang tepat untuk digunakan untuk menjalankan SPKT POLRESTA SEMARANG.

      dan olehnya itu maka kerangkanya ;

      # Variabel Independen

      RPL ;

      - Requirements
      - desain
      - construction
      - dll

      vs

      # Variabel Dependen

      SPKT ;

      - Pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara terpadu, antara lain Laporan Polisi ( LP ), Surat Tanda Terima Laporan Polisi ( STTPLP ),dll.

      - Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan, anatara laian Penanganan temapt Kejadian Perkara ( TKP ) meliputi Tindakan Pertama di TKP ( TPTKP ) dan pengolahan TKP, Turjawali, dan pengamanan

      - Pelayanan masyarakat anatar lain melalui telepon, pesan singkat, faksimili, internet ( jejaring sosial ), dan surat
      - urat Tanda Terima Laporan Polisi ( STTPLP )

      demikian seklias tentang kerangka konsep..silahkan dikembangkan lagi.

      Hapus
    2. terimakasih atas pencerahannya gan :D

      Hapus
  26. kak minta bantuannya dong, klok judulnya Pengaruh Konsumsi Tuak terhadap Status Gizi Pria Dewasa di Banjar Tegal, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Badung kerangka konsep sm hipotesisnya gmn jdnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok..langsung saja nih...kerang konsep itu datangnya dari judul, begitu juga sebaliknya..maka jadinya "kerangka konsep VS judul" itu satu sama lain saling berkaitan erat..dengan melihat judul saja kerangka konsep bisa dibuat, ato dengan kerangka konsep saja dah bisa bikin judul..begitu proses berpikirnya gan...sering membolak-balikan otak mikirin itu adalah kunci penelitian.

      langsung, untuk kerangka konsep judul "Pengaruh Konsumsi Tuak terhadap Status Gizi Pria Dewasa"...maka akan tamoak sebagai berikut ;

      (Variabel Independen)

      Konsumsi Tuak ;
      - Jumlah
      - Frekuensi
      - Jenis
      - Lamanya konsumsi
      - dll

      -------------- VS ------------

      (Variabel Dependen)

      Status Gizi Pria Dewasa ;
      - Underweight
      - Ideal
      - Overweight
      - Obesitas tipe 1
      - Obesitas tipe 2

      Dari variabel independen dan dependen diatas, agan tingal cross/tarik garis silang antara satu sama lain kayak contoh tulisan saya diatas. Sekian, semoga ini bisa membantu

      Hapus
    2. Dan untuk hipotesisnya...

      H0 (hipotesis nol/awal) ;
      1. Adanya Pengaruh Konsumsi Tuak terhadap Status Gizi Pria Dewasa
      2. Tidak adanya Pengaruh Konsumsi Tuak terhadap Status Gizi Pria Dewasa

      Hapus
  27. Hallo kak, saya mau tanya kalo judul skripsi saya "Gambaran Pasien Rawat Inap Diabetes Melitus dengan Nefropati Diabetik di RS X", kerangka teori, kerangka konsep dan hipotesisnya gimana ya ka? Bisa bantu gak ka? Karna saya belum paham mengenai bab 2 ini:(
    Terimakasih sebelumnya kak

    BalasHapus
  28. Mohon maaf kak, saya ingin menjabarkan lebih lanjut penelitian saya. Jadi judulnya itu "Gambaran Pasien Rawat Inap Diabetes Melitus dengan Nefropati DIabetik di RS X". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan
    distribusinya berdasarkan tipe diabetes, kolesterol total dan LDL, tekanan darah, HbA1c, IMT dan stadium nefropati yang dilihat dari rekam medik pasien. Nah kerangka teori, kerangka konsep dan hipotesisnya gimana ya kak? Maaf tadi pertanyaan saya yang awal kurang lengkap jadi saya tanya ulang. Terimakasih sebelumnya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep...mana aja juga boleh...langsung saja, bingungnya dimana yah ? justru saya yang bingung melihat Sabrina kebingungan...kenapa demikian ? hayoooo,...

      Apa yang Sabrina coba raih dalam penelitian ini dah jelas sekali, dan justru itulah kerangka konsepnya/kerangka pikirnya...terawangannya dah pas.

      Nih Kerangka Konsepnya ;

      Diabetes Mellitus ----> Nefropati Diabetik ; - tipe diabetes, - kolesterol total, - LDL, - tekanan darah, - HbA1c, - IMT, - stadium nefropati

      ini maknanya "agan mencari dari sekian pasien banyak jumlah pasien DM, terdapat beberapa pasien yang mengalami ND dengan kriteria ; peningktan/penurunan kolesterol total, LDL, TD, dst.

      Kerangka Teori, kalo bebicara teori saya bukan ahlinya...walking di Google.com aja
      Cuman kalo bingung teori mana yang mesti dicari dan dijabarkan, maka saya jawab ; bahwasanya kerangka teoring mesti agan cari adalah Nefropati Diabetik (ND) yang berhubungan dengan nilai LDL, kolesterol, TD, tipenya, dst. berdasarkan kriteria yang agan capai tadi.

      Hipotesis, untuk hipotsinya ;
      (H0) ; ada hubungan prevalensi DM dengan ND di RS X.......

      Saya rasa cukup, mudah-mudahan faham.

      Hapus
  29. agaan.. ada bedanya ga kerangka konsep buat penelitian kuantitatif sama kualitatif?
    saya lagi nyusun proposal kualitatif dan belum ngarti di kerangka konsepnya gan.
    Judul proposal saya Strategi Public Relation dalam menjalankan aktifitas media relation,
    mohon pencerahannya atuh gan.. ^^

    sebelumnya salam kenal gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung saja...Bagi saya sendiri sih ga ada bedanya...soalnya kerangka konsep itu adalah kerangka pikir...tanpa kerangka konsep, peneltian ga punya arah.

      Kalo yang ditanyakan jenis penilitian kuantitatif dan kualitatif itu jelas beda...kalo lebih tahu akan hal itu...silahkan cek pada menu bar yang tersedia di blog ini...ada kok.

      Hapus
  30. kak minta bantuannya, kalau judulnya Hubungan pengetahuan dan pencegahan osteoporosis yang dilakukan lansia di panti werdha debora Tondano kerangka konsep sama hipotesisnya gimana jadinya kak?
    terima kasih banyak sebelumnya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo dilihat dari judul sih, ga pas..." Hubungan pengetahuan dan pencegahan osteoporosis yang dilakukan lansia "...?????###@@%%!!!

      Nih judul pembandingnya mana ?...kan yang mo dicari "Hubungan"...?

      Kalo lebih rincinya akan jadi seperti ini :

      -Hubungan pengetahuan osteoporosis yang dilakukan lansia di panti
      -Hubungan pencegahan osteoporosis yang dilakukan lansia di panti

      Nah kalo dah seperti ini, inti judul agan seperti ini, maka pembandingnya mana ?

      Nih saya baikin ; " Hubungan pengetahuan dengan pencegahan osteoporosis yang dilakukan lansia "

      Tampak beda kan ? Mana yang lebih mengenai sasaran ?

      Dan untuk Kerangka Konsepnya :

      Variabel Independennya

      - Pengetahuan Tentang osteoporosis

      Variabel Dependennya

      - Pencegahan Osteoporosis
      * Diet Makanan ....
      * Diet Minuman ....
      * Olah Raga ....
      * Konsumsi Obat .....
      * dst

      Dah selesai tuh kerangka konsepnya...tinggal tarik garis lurus dan silang antara satu sama lain...lihat contoh diatas

      Dan untuk Hipotesisnya

      H0 (Hipotesis Awal)

      1. Ada Hubungan pengetahuan dengan pencegahan osteoporosis yang dilakukan lansia
      2. Tidak ada Hubungan pengetahuan dengan pencegahan osteoporosis yang dilakukan lansia

      Selesai...semoga membantu

      Hapus
    2. makasi ka
      ka judul saya di ruba jadi begini Analisis pengetahuan dengan perilaku pencegahan osteoporosis yang dilakukan lansia
      apa masih sama kerangka konsep dan hipotesisnya ka?
      Terima kasih banyak sebelumnya ka

      Hapus
    3. Aduuuuh...nih kayak iklan di TV...kezel...zebel

      judul yang pertama para,,,yang kedua juga parah...

      saya koreksi judul saja...kerangka konsep dan hipotesisi belakangaaaaan.

      "Analisis pengetahuan dengan perilaku pencegahan osteoporosis yang dilakukan lansia"

      bandingkan dengan koreksi saya nih

      "Analisis pengetahuan terhadap perilaku pencegahan osteoporosis yang dilakukan oleh lansia"

      pikir sendiri...mana yang lebih mengena....

      ingat, judul itu harus punya SPO (subjek, predikat dan objek) kalo perlu SPOP...
      judul itu adalah sebuah kalimat yang bermakna dan memiliki arah dan publik bisa menebak tanpa mikir susah kemana arah kalimat tersebut. Tanpa SPO yang tersusun secara rapi dan benar...maka judul penelitian bagaikan kalimat anak SD kelas II.

      Nih saya bantu buat kamu mikir...objek kamu itu diberikan perlakuan dan kemudian di ukur...ato objek kamu itu langsung diukur perilakunya saja ?

      kalo sdh...pikirkan judulnya tanpa lupa SPO.

      Hapus
  31. bos k bikn kerangka konsep harus dicantumkan sumber bukunya pa ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga perlu...kerangka konsep kan merupakan kerangka berpikir....mikirin tema, variabel yg harus diusung untuk d teliti...

      Hapus
  32. Mohon bantuannya ya sis/bro. Kalo judulnya "Efektifitas Terapi Musik terhadap penurunan skor Geriatric Depression Scale pada lansia" kerangka konsep sama hipotesisnya gmn? thanks you ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. OK...langsung dibahas....,

      Untuk Kerangka Konsepnya :

      Variabel Independennya ;

      - Terapi Musik :
      * Jenis terapi ; terapi pasif dan terapi aktif
      * Jenis musik
      * Frekuesnsi terapi
      * dst

      Variabel Dependennya

      - Geriatric Depression Scale (GDS) pada lansia ;
      * Berat
      * Sedang
      * Ringan
      * dst ato lainnya

      dan untuk Hipotesisnya (H0)
      H0 (Hipotesis Awal) bisa diambil dari judul ato variabel penelitiannya, ex :

      H0 dibuat dari judul ;
      Ada pengaruh Efektifitas Terapi Musik terhadap penurunan skor Geriatric Depression Scale pada lansia

      H0 dibuat dari variabel ;
      1. Ada pengaruh Jenis musik terhadap Efektifitas Terapi Musik pada penurunan skor Geriatric Depression Scale pada lansia

      2. Ada pengaruh Frekuesnsi terapi terhadap Efektifitas Terapi Musik pada penurunan skor Geriatric Depression Scale pada lansia

      3. Ada pengaruh Frekuesnsi terapi terhadap Efektifitas Terapi Musik pada penurunan skor Geriatric Depression Scale pada lansia

      4.dst

      Sekian...semoga ini dapat membantu...;-)

      Hapus
    2. bro kalau pengaruh penerapan progressive muscle relaxation terhadap penurunan tekanan darah gimana kerangka konsep dan hipotesisnya??

      Hapus
    3. Langsung...judul bagus...seharusnya kerangka konsep dan hipotesisnya dah ditangan...

      Kerang Konsep ;

      Variabel Independennya

      Progressive Muscle Relaxation
      - Lama/Durasi latihan
      - Tipe latihan group otot (lengan, kaki, dada, bahu, dst)
      - Penggunaan media atau tidak
      - dst...(cari sendiri tuh kriterianya)

      Variabel Dependennya

      Penurunan Tekanan Darah

      - TD Naik ; >>> 140/100
      - TD Turun ; <<< 130/90
      (standar WHO)...ato pake literatur lainnya

      Hipotesisnya (H0) bisa diambil dari judul variabelnya;

      H0 dari judul ;
      Ada pengaruh penerapan progressive muscle relaxation terhadap penurunan tekanan darah

      H0 dari variabel ;

      - Ada pengaruh penerapan Lama/Durasi latihan progressive muscle relaxation terhadap penurunan tekanan darah
      - Ada pengaruh Tipe latihan group otot progressive muscle relaxation terhadap penurunan tekanan darah
      - dst.

      sekian...semoga sukses.

      Hapus
  33. ka mohon bantuan nya jika judulnya " Hubungan dampak pornografi di media massa pada remaja putri dengan tingkat kecemasan orang tua" mohon infonya ya ka. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung...berbicara mengenai pengukuran...apapun itu harus selalu mengacu pada variabel pembanding yang disebut kontrol..

      olehnya untuk judul "Hubungan dampak pornografi di media massa pada remaja putri dengan tingkat kecemasan orang tua"

      maka kerangka konsepnya ;

      Variabel Indenpendennya

      Pornografi
      - Gambar
      - Film
      - Remaja Putri
      - Remaja Putra
      - Media online
      - Media offline


      Variabel Indenpendennya

      Tingkat Kecemasan
      - Berat
      - Sedang
      - Ringan
      - Tidak ada

      ini artinya bahwa Tika akan mengukur dampak pornografi pada remaja putra/pria (sebagai pembanding)dan pornografi pada remaja putri pada tingkat kecemasan orang tua (cemas berat, sedang, ringan,dst)...nanti hasilnya akan melihat pada remaja mana (putra/putri) yang memberikan kecemasan atau tidak cemas pada orang tuanya.

      dan ingat penelitian itu mencari tahu...bukan mencari pembenaran. jadi jangan kepikiran bahwa hasil akhir penilitian Tika bahwa pornografi di media massa bagi remaja putri harus memberikan kecemasan pada ortu...itu belum tentu, kecemasan ortu juga bisa dialami oleh pornografi di media massa bagi remaja putra.

      sekian...mudah-mudah...bisa bermanfaat...moga sukses

      Hapus
  34. Assalam'mualaikum

    Ka maaf numpang tanya kerangka konsep nya buat judul "pemakaian lensa kontak RGP di banding lensa kontak lunak torik pada pasein miopia astigmat kompositus di optik a di kota b "

    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim...???!!!!!&^*Y*.....dah orangnya ga jelas siapa ? dan untungnya judulnya masih bisa diterima dikit...kurang lengkap tuh Judul...baikin dikiiiiiit lagi.

      Nih saya kasih tau yah,....judul itu selalu redaksinya ; Hubungan bla bla bla, Studi analisa bla bla bla, Gambaran bla bla bla, Dampak bla bla bla, dst...

      Jadi..kalo saya baikin seperti ini misala=nya ;

      - Dampak pemakaian lensa kontak RGP di banding lensa kontak lunak torik pada pasein miopia astigmat kompositus di optik a di kota b

      - Gambaran pemakaian lensa kontak RGP di banding lensa kontak lunak torik pada pasein miopia astigmat kompositus di optik a di kota b

      Jadi kalo sudah seperti ini...kira2...maunya apa nih judul.

      saya koreksi judul aja dulu, kalo dah fix maunya apa baru berangjak ke kerangka konsep dan paling tidak kalo nanya lagi, pilih profil sebagai pengguna akun google...next time judul yang saya ga bakal diladeni.

      Hapus
    2. Iya maaf ka,, sekrang uda aku cantumin pake nama.. Terimaksih uda mau respon ..

      Aku pilih judul gambaran pemakaian lensa kontak RGP dibanding lensa kontak lunak torik pada pasien miopia astigmat kompositus .. Lalu kerangka konseptualnya seperti gimnaa dan metode penelitian pakai deskriptif kualitatif atau kuantitatif...

      Sekian.. Terimaksh maaf atas nama yg gak saya cantumkan

      Hapus
    3. Hadiuw...ya sudah..saya maklumi aja...paling tidak dah ngasih tau namanya siapa..

      Langsung saja...untuk jenis penelitian ini, karena sifatnya membandingkan antara 2 variabel, maka baiknya menggunakan metode penelitian kualitatif.

      Dan karena yang diminta gambaran dalam bentuk perbandingan data variabel, maka gambaran ini menjadi lebih luas pemaparannya...tidak hanya fokus pada pemaparan data dalam bentuk frekuensi kejadian saja, tapi juga menampilkan data dalam bentuk cross sectional...

      untuk kerangka konsepnya ;

      variabel independennya :

      Lensa kontak RGP
      - Baik
      - Sedang
      - Cukup
      - Kurang

      Lensa kontak lunak torik
      - Baik
      - Sedang
      - Cukup
      - Kurang

      Variabel Dependennya ;

      Miopia astigmat kompsitus

      selesai tuh kerangka konsepnya...tinggal bikin bagan kyak contoh diatas..tarik garis lurus dan silang..

      sekian...moga ini bisa membantu.,..sukses

      Hapus
  35. Kak mhon bantuan nya dong buat kerangka konsep nya judul ny "faktor penghambat sensus harian rawat inap di rumah sakit x"

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung...

      Kerangka konsepnya

      variabel independen ;

      Faktor-faktor penghambat:
      - malas nyatat
      - rajin nyatat
      - jam kerja kurang
      - kelebihan pasien
      - kekurangan tenaga
      - dst

      variabel dependen ;

      SHRI :
      - pasien lama
      - pasien baru

      ini saya beri saran sesuai permintaan dan bisa dikembangkan sendiri dan semoga ini bisa membantu...sukses...

      Hapus
    2. Kak dosen nya suruh buat berbentuk input, proses , output. Klau kek gtu hrus buat kek mna tu kak??

      Hapus
    3. cari aja contoh skripsi pada menu bar pada blog ini...di atas ada menu "free skripsi1 dan free skripsi 2...you cari aja skripsi yang memiliki judul "faktor-faktor..."...download dan pelajari bentuk skripsinya...jangan plagiat yah...awas !!!

      kalo dah faham...you bisa adu argument ma dosen.

      Hapus
  36. Saya mnta bantuan kak cara bwt kerangka konsep dan hipotesis dgn judul GAMBARAN PELAKSANA KEGIATAN P4K

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung... GAMBARAN PELAKSANA KEGIATAN P4K

      sebelum masuk ke kerangka konsep, berikut ini adalah Komponen kegiatan P4K yang lagi trend diglakkan ;
      1. Pencatatan ibu hamil
      2. Dasolin/ tabulin
      3. Donor darah
      4. Transport/ ambulan desa
      5. Suami/ keluarga menemani ibu pada saat bersalin
      6. IMD
      7. Kunjungan nifas
      8. Kunjungan rumah

      dari 8 kegiatan tersebut, bisa dimabil sebagai kriteria varibel P4K, yang jadi persoalnnya adalah judulnya masih setenga jalan....

      "GAMBARAN PELAKSANA KEGIATAN P4K....??????"

      bikin judul jangan spenggal gitu...arahnya mo kemanan tuh P4K ?

      nih saya kasih perbandingan "GAMBARAN PELAKSANA KEGIATAN P4K TERHADAP KEBERHASILAN PERSALIAN"

      gimana ? namapak kan P4K-nya mo dikemanain...?

      kalo sperti ini "GAMBARAN PELAKSANA KEGIATAN P4K....??????"...bisa luaaaaaaaaaaas bingits arahnya, bisa ke bumil aja, persalinan ok, keselamatan neonatus jg ok...kemana-mana pokoknya...ga jelas.

      sekian, moga ini membantu

      Hapus
  37. Hallo kak, kalo judul skripsinya "Prevalensi Faktor Penyebab Perdarahan Uterus Abnormal pada Wanita Menopause di Instalasi Patologi Anatomi RS X" kira-kira hipotesisnya gimana ya kak? mohon bantuannya kak, makasih banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung saja..untuk hipotesisnya bisa diangkat dari judul...dan karena yang diukur itu prevalensi (angka kejadian)...maksudnya ingin mengetahui angka kejadian faktor penyebab perdarahan uterus abnormal maka H0 nya sbb ;

      H0 (Hipotesis awal)

      1. Terdapatnya prevalensi dari faktor penyebab perdarahan uterus abnormal pada wanita menopause

      2. Tidak Terdapatnya prevalensi dari faktor penyebab perdarahan uterus abnormal pada wanita menopause

      3. Terdapatnya prevalensi dari faktor penyebab perdarahan uterus abnormal pada wanita usia subur.

      4. Tidak Terdapatnya prevalensi dari faktor penyebab perdarahan uterus abnormal pada wanita usia subur.

      sebagai catatan... H0 3 dan 4 adalah sebagai pembanding untuk mengetahui apakah kriteria dari varibel faktor penyebab perdarahan uterus abnormal hanya berlaku pada wanita menopause saja atau tidak.

      dan ini sekedar kasi ingat saja...penelitian itu mencari tahu....bukan mencari pembenaran...semoga sukses

      Hapus
  38. misi bang master mau tanya dong ini saya masih kebingungan bikin judul, ini masih angan angan ssaja padahal teman saya sudah pada sidang( ngangis dah) ,judul angan angan ane" hubungan pola asuh orang tua terhadap prilaku mengosok gigi pada anak pra sekolah di tk......" yg saya tanyakan varb dependen nya apa berhubungan ya sama varb independen jika tidak berhubungan lebih baiknya di ganti apa ya(saya sih yg kemarin kajian dengan masalah gigi dapay masalah ,gigi karis,gosok gigi), dan pertanyaan kedua sekalian kerangka dan hepotes nya, terima kasih bang master, (di inbox juga gpp bang master ke 085735690022

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung saja.."hubungan pola asuh orang tua terhadap prilaku mengosok gigi pada anak pra sekolah di tk"

      berbicara pola asuh yg kemudian dikaitkan dengan perilaku gosok gigi pada anak, berarti yang mau diuraikan itu pola asuh cara gosok gigi, mulai dari tekhnik gosok gigi, frekuensi gosok gigi, cara mengajarkan gosok gigi, pemilihan pasta gigi, pemilihan sikat gigi, dst.

      nah itulah variabel dari pola asuh "gosok gigi"...dan sekaligus sebagai variabel penelitian mas bro...

      jadi kalo mau disusun kerangka konsepnya adalah sebagai berikut ;

      varibel indenpenden :

      Pola Asuh

      - tekhnik gosok gigi,
      - frekuensi gosok gigi,
      - cara mengajarkan gosok gigi,
      - pemilihan pasta gigi,
      - pemilihan sikat gigi,
      - dst.

      varibel denpenden :

      Perilaku Gosok Gigi

      - Baik
      - Cukup
      - Kurang

      Jadi deh..tiggal mas bro nyari tinjauan teorinya...beneran ada nggak tinjauan teorinya "pola asuh" yang terkait ngajarin gosok gigik dan "perilaku gosok gigi"...kalo hubungannya dengan masalah gigi maka judulnya keliru cara bikinnya

      nih saya kasih contoh aja kalo kepengen judul POLA ASUH VS MASALAH GIGI

      "Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Masalah Gigi Pada Anak Pra Sekolah di TK"

      jadi intinya...selamat Hounting dan NO inbox...mas bro harus rajin kesini bila pengen konsul

      Hapus
    2. kemeng bang master,kemarin saya liat teorinya pola asuh ortu itu isinya
      1.pola asuh otoriter
      2.pola asuh demokrati
      3.pola asuh persuesif

      apa ane aja yg salah ya?(puyeng)

      bang master kalo yg bang master saranin(hubungan pola asuh orang tua terhadap masalah gigi pada anak pra sekolah di tk) itu gimana bang kerangkanya dan hipo nya?

      trimakasih

      Hapus
    3. kemeng bang master,kemarin saya liat teorinya pola asuh ortu itu isinya
      1.pola asuh otoriter
      2.pola asuh demokrati
      3.pola asuh persuesif

      apa ane aja yg salah ya?(puyeng)

      bang master kalo yg bang master saranin(hubungan pola asuh orang tua terhadap masalah gigi pada anak pra sekolah di tk) itu gimana bang kerangkanya dan hipo nya?

      trimakasih

      Hapus
    4. maaf bang master kemarin saya utak utek dapatnya judul lain gini
      1.hub pola asuh orang tua(otoriter) dengan kebiasan anak menggosok gigi sebelum tidur pada anak pra sekolah di tk....

      2.hub frekuensi kebiasan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak pra sekolah di tk...

      mohon maaf bang master itu yg benar yg mana ya,dan kerangka dan hiponya gimana? trimakasih bang

      Hapus
    5. Ga ada yang salah ma teori yang mas bro dapat...cuma ceritanya aja yang harus disinkronkan

      kalo berbicara pola asuh secara umum, teori yang mas bro dapat itu bisa diterima...namun karena pola asuh ini ingin di ukur dengan hasil kebiasaan menggosok gigi pada anak pra sekolah...maka pola asuhnya adalah pola asuh (pola didik)pada anak dalam hal menggosok gigi...

      kemudian, secara ruda paksa mas bro berpikir dan akhirnya (untungnya ga keneng) memodivikasi judulnya menjadi "hub pola asuh orang tua otoriter dengan kebiasan anak menggosok gigi sebelum tidur pada anak pra sekolah di tk"

      maka ketika berbicara "pola asuh orang tua otoriter" yang kemudian ingin dikaitkan dengan kebiasaan menggosok gigi maka yang perlu dicari variabelnya adalah pola asuh orang tua otoriter yang seperti apa dalam melakukan pendidikan/pembinaan untuk menciptakan kebiasaan menggosok gigi ?

      contohnya, otoriter ato maksaain jenis pasta gigi, otoriter ato maksaain menggosok gigi 3 x 1 sehari walau anaknya ga sudi, otoriter ato maksaain jenis pemilihan warna sikat gigi, dst.

      jadi pola asuhnya itu harus terkait masalah kebiasaan sikat gigi...jadi dari ketiga pola asuh yang mas bro sebutkan itu sebenarnya bisa interpestasikan dengan variabel kebiasaan menggosok gigi...tinggal mas bro muter2 cari literatur...

      good luck

      Hapus
    6. makin puyeng aja bang master (heheh) , jadinya saya itu harus memodifikasi judul gmana ya bang biar singkron agar dapat krangka dan hiponya,

      kemarin saya penkajian di tempat dapat masalah mualai dari,gigi berlubang ,orang tua yg tidak menyuruh sikat gigi di malam hari dan kurang pengetahuan mengajari anak menggosok gigi

      kirana apa ya bang master biar dapat judul yg tepat dan singkron agar bisa di susun kerangka konsep dan kerjanya

      oh iya bang kamu online jam berapa biasanya
      trims bang master

      Hapus
    7. 1.saya online ga nentu jamnya...kalo lagi ga sibuk urusan kantor ; supervisi, dan verifikasi berkas SPJ, baru bisa OL.

      2. Penelitian itu memang harus beanjak dari pengkajian di lapangan dan buat peta masalah...dari situ kerangka konsep bisa d buat.

      Dan masalahnya dah ketemu, tinggal bikin kerangkanya :

      masalah pertaman yaitu masalah gigi..masalah gigi yang sering ditemukan pada anak2 itu karies, erosi, dst.

      masalah kedua ; orang tua yg tidak menyuruh sikat gigi di malam hari dan kurang pengetahuan mengajari anak menggosok gigi..

      Jadi, Judul penelitian yang pas buat masalah mas bro temukan itu adalah "Hubungan Pola Gosok Gigi dengan Masalah Gigi pada Anak Pra Sekolah di XXXXX"

      Untuk Kerangka Konsepnya ;

      Variabel Independen :

      Pola Gosok Gigi
      - Frekuensi
      - Pemilihan pasta gigi
      - Pemilihan sikat gigi (warna, tekstur, ukuran dan bentuknya)
      - Pengetahauan orang tuan

      Variabel Dependennya ;

      Masalah Gigi :
      - Karies
      - Erosi
      - Gigi kuning
      - dst.

      Untuk Hipotesisnya (H0 ; Hipotesis awal)...bisa diangkat dari judul...

      1. Ada Hubungna Pola Gosok Gigi dengan Masalah Gigi pada Anak Pra Sekolah di XXXXX
      2. Tida Ada Hubungan Pola Gosok Gigi dengan Masalah Gigi pada Anak Pra Sekolah di XXXXX

      saya rasa ini dah cukup detil...

      Hapus
    8. trimakasih bang baster , oh gitu ya bang master, tapi jika di rubah sedikit gimana ya bang biar beda sama di googel soalnya sudah familiar judulnya , dari kemarin ya gitu pusing bikin judl harus beda sama di kmpus dan google,

      trimakasih bang master

      Hapus
    9. Debat aja dosennya, bilangin.."judul penelitian boleh sama, hasil pasti beda-beda, lagian variabel penelitian, waktu dan tempatnya itu beda".....salah satu kriteria penelitian seperti itu...jangan takut ma dosen walau killer...yang penting alibi kuat. semanagt bro.

      Hapus
  39. misi mas mau tanya ? , selain waktu,frekuensi,lama dan cara indikator yg di ukur dalam prilaku itu apa ja ya mas?, dngan score =kadang2, sering ,tidak pernah

    trimakasih mas .(dari pengemar myzonaskripsi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim lagi...nex time sebut nama donk biar sharenya lebih terbuka

      langsung saja...untuk perilaku itu tolak ukurnya beragam...tergantung objek/variabel yang mau diukur..

      perilaku juga bisa di ukur dengan indeks pengetahuan, pendidikan, pengalaman, stress, dst.

      demikian gambaran singkatnya...mudah-mudahan bermanfaat

      Hapus
  40. gan mau nanya kalau judulnya gambaran antara kepuasan dan minat pasien untuk menggunakan BPJS itu variabel nya gmn ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sori baru balas...langsung saja...untuk judul agan saya ga bisa ngasih saran...judulnya ga beres..ga jelas...baikin judulnya dulu...dan kalo mengenai BPJS, baca koment2 terdahulu di bagian atas...saya dah pernah bahas...disana ada 2 koment2 yang sama menanyakan tentang BPJS...semoga ini membantu.

      Hapus
  41. kak, mohon bantuannnya "EFEKTIFITAS BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) DALAM MENURUNKAN KEKERUHAN DAN KADAR BESI (Fe) PADA SUMUR GALI" gimana cara menentukan kerangka konsepnya ?? makasih sebelumnnya kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok Fani...langsung saja...judul dah mantep...sudah mengandung SPOPP (Subjek, predikat, Objek, Predikat dan Predikat) dan seharusnya jika judul dah mantep pasti kerangka konsepnya dah ditangan...

      tp tetep saya bantu...kalo berbicara efektifitas sebuah benda...berarti kita berbicara mengenai kualitas dan kuantitasnya...maka untuk kerangka konsep dari judul Fani adalah :

      Variabel Indepennya ;

      EFEKTIFITAS BIJI KALOR
      - Volume
      - Jenis Biji Kelor (kalo ada)
      - Durasi Perlakuan pada sumur
      - Perlakuan Fisis atau kimiawi (kalo biji kalornya di beri perlakuan secara fisis ; dijemur ato disangrai dan secara kimiawi ; diberi zat pengaktif....)
      - Dll

      Variabel Dependennya

      SUMUR GALI
      - Jenis Sumur Gali (terbuka ato tertutup)
      - Volume sumur gali
      - Tinkat kekeruhan
      - Kedalaman sumur gali
      - dst.

      Sekian...mudaha-mudahan ini bisa memabntu.

      Hapus
  42. kalau misalnya tentang hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada penderita stroke
    bagaimana kerangka konsep nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung...tinggal mas/mba bro cari variabel dukungan sosial itu apa saja dan variabel penerimaan diri itu apa aja...masing2 dari variabel tersebut tinggal di cross (dikawin silangkan...lihat contoh bagan diatas)...selesai.

      Hapus
  43. assalamualaikum min,,mohon bantuannya dong kerangka konsep untuk "HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK" fast respon ya min,,terimaksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa alaikum salam...

      Langsung saja...berbicara soal beban kerja maka perspektif kita tertuju pada " jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu"...

      dan faktor yang berpengaruh pada beban kerja itu bisa terdiri dari ;
      - Jumlah jam kerja efektif dalam sehari
      - tugas rangkap
      - jumlah tenaga/pekerja dalam satu ruangan
      - SOP kegaiatan (mis; tensi,pengukuran suhu, dst)
      - dll

      dan kemudian faktor yang berpengaruh tadi diatas disandingkan dengan "tahapan penerapan komunikasi terapeutik" yang terdiri dari ;
      1.Prainteraksi
      2.Orientasi
      3.Kerja
      4.Terminasi

      Dan selanjutnya agan tinggal membuat bagan seperti contoh diatas...saya rasa cukup jelas...mudah-mudahan faham. sukses

      Hapus
  44. assalamu'alaikum mhon bantuannya min buat kerangka konsep "Dampak Catatan Kesehatan Elektronik pada Efisiensi Waktu Dokter dan Pasien" terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung saja...berbicara soal Dampak Catatan Kesehatan ato yang biasa disebut EMR (electroniic medical record, maka tentu yang terlintas adalah gadget yang notabene sebagai media perekamnta, olehnya itu maka yang perlu diperhatikan adalah ;
      - Kemudahaan penggunaan gadget EMR ato
      - Kesulitan penggunaan gadget EMR
      - Waktu standby/operasional gadget EMR
      - Keamanan penggunaan gadget EMR
      - Penurunan fungsi gadget EMR kerena usia pakai (lola; lambat load/gagal boot,dst)
      - dst

      dan ketika membahas soal Efisiensi waktu maka tolak ukurnya adalah ;
      - rencana penggunaan waktu dan
      - realisasi penggunaan waktu

      Nah dari situ kita bisa ukur seberapa efisien kita menggunakan waktu dari rencana waktu yang sudah kita tentukan sebelunya...lebih atau kurang dari waktu yang telah kita tentukan itulah yang disebut sebagai efisien ato tidak efisien.

      Kemudian untuk membuat kerangka konsepnya maka tinggal bikin bagan saja, antara kriteria EMR tadi dengan Efisiensi waktu...silahkan di buat seperti contoh diatas.

      Ok...sy rasa udah jelas.

      Hapus

Terimakasih atas kunjungan agan-agan di webblog ini. Bila ada masalah download, segera laporkan secara terperinci dan juga bila ada unek2 yang mau ditanyakan silahkan berkomentar dengan baik. Semua koment akan dibalas sesegara mungkin selama pulsa ane buat OL masih ada. "UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN, SEBGAI BLOGGER DIHARAPKAN JANGAN MENGHAPUS KOMENT SENDIRI YANG SUDAH ADA, JIKA TIDAK KOMIT DENGAN INI...PERTANYAAN BERIKUTNYA TIDAK AKAN DILAYANI.

Tag

Pemijatan bayi bulan penerapan bedside teaching mutu perbandingan persepsi pasien jps pengetahuan sikap perawat strategi pengaruh orientasi terhadap tingkat antara beban kerja efektifitas teknik pelaksanaan prosedur tetap dengan hubungan petugas pemberian cognitive support abstrak studi perbandingan persepsi kepuasan tentang bodi image pada relaksasi benson correlation attitude of pregnant in Mardiatun analysis of relation between prestation konseling keluarga gangguan diri pada pengetahuan sikap analyze correlation knowledge hubungan dukungan keluarga penyuluhan pre operasi kontrasepsi faktor-faktor pendidikan kesehatan gambaran klien yang analisis interpretasi kadar gds glukosa mekanisme koping pada perbedaan efek kompres survey hemoglobin lansia berdasarkan dalam derajat cacat kusta kekuatan otot penderita inisiasi relaksasi kepatuhan melaksanakan kualitatif konsep dan perilaku indeks prestasi lulusan terapi aktivitas kelompok tak body bidan karakteristik ibu pelatihan asuhan