Kumpulan Skripsi S1 Keperawatan: Hubungan Penggunaan Kontrasepsi PIL KB Hormonal dengan Penurunan Libido Pada Wanita Uisa Subur
Sebelum anda melakukan download full teks terhadap semua skripsi dalam webblog ini maka sebaiknya anda membaca PRIVACI/WARNING dari kami

New* Proposal Lelang Rp. 500 Rb (Nego)>>> "Hubungan Penggunaagn Kontrasepsi PIL KB Hormonal dengan Libido pada Wanita Usia Subur" >>> Selengkapnya DISINI

New* Proposal lelang Rp. 500 Rb (Nego). >>> Hubungan Kafein Yang Terkandung Dalam Kopi Atau Teh Dengan Tingkat Kesuburan Pada Wanita Dari Pasangan Usia Produktif. read more ......

C A U T I O N !!!
Untuk membaca setiap url postingan dalam webblog ini, agan-agan akan di arahkan ke url adf.ly.com selama 5 detik, dan untuk melanjutkan membaca artikelnya maka tinggal klik "SKIP AD" yang berada pada pojok kanan atas dan agan akan diarahkan langsung ke url postingan yang mau dituju.

Hai rekan-rekan sekalian yang lagi sementara menyusun sebuah skripsi dan bagi mereka yang mencari literature buat makalah atau apapun itu yang menyebabkan hal ini menjadi kebutuhan anda, disini kami mencoba memberikan sebuah refensi yang bisa mendukung kegiatan anda tersebut. Harapan kami adalah kebutuhan akan sebuah referensi anda bisa temukan disini. Kami hadir hanyalah semata untuk berbagi ilmu, sebab kami sadari bahwa ilmu hanya bisa berguna bila bisa bermanfaat bagi khalayak namun kamipun tidak mendukung kegiatan plagiat dan olehnya itu bila anda melakukan hal tersebut maka konsekuensi dan tanggung jawab moral tentunya juga berada ditangan anda.

Kesalahan terbanyak yang paling banyak dilakukan oleh rekan-rekan ketika mencari sebuah referensi adalah ketika telah menemukan referensi yang dicarinya, maka tidak segan-segan melakukan kegiatan plagiat (mengkopi seluruh isi pustaka/buku) tanpa sudi membahasakan dalam bentuk bahasa dan pemahaman yang ditangkapnya dari referensi tersebut. Oleh itu kami sekali lagi tidak mendukung kegiatan tersebut

Dan kunci sukses dalam menyelesaikan sebuah skripsi adalah kerja keras. Tanpa kerja keras hasil yang anda peroleh pun juga nol. Mau atau tidak, hanya merekalah yang gemar bekerja akan mendapat hasil.

Rekan-rekan sekalian, disinipun kami tidak hanya sekedar memberikan referensi buat anda namun kamipun akan berusaha membantu anda dalam menyelesaikan skripsi, kami pun berharap mudah-mudahan pengunjung blog ini adalah mereka yang mau belajar dan bekerja.

Rabu, 18 Mei 2011

Hubungan Penggunaan Kontrasepsi PIL KB Hormonal dengan Penurunan Libido Pada Wanita Uisa Subur



D a f t a r  I s i
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.    Tujuan Penelitian
1.                Tujuan umum
2.               Tujuan Khusus
D.    Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.    Tinjauan Umum tentang Kontrasepsi
1.                 Pengertian
2.                Metode Kontrasepsi
a.      Kontrasepsi Oral
b.      Kontrasepsi koyo (koyo KB) dan cincin vagina
c.      Kontrasepsi implan
d.      Kontrasepsi injeksi/suntikan
e.      Kontrasepsi penghalang/barrier
f.       Intrauterine Devices (IUD)/ Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
B.     Efektivitas Kontrasepsi Pil KB
1.                  Keuntungan Kontrasepsi Pil KB
2.                 Kerugian Kontrasepsi Pil KB
C.    Issue Tentang Kontrasepsi Pil KB
1.                 Bad mood dan depresi  
2.                 Seks menyakitkan
3.                Mempengaruhi hormon pheremones
4.               Sulit hamil
5.               Pil KB legalkan seks bebas
 D.    L i b i d o
1.              Pengertian
2.             Faktor Penurunan Libido
a.       Kondisi Fisik
b.      Perubahan Hormon
c.       Kondisi Psikologis
d.      Issue Hubungan
BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESI
A.    KERANGKA KONSEP
B.     HIPOTESIS
BAB IV METODE PENELITIAN
A.    Rancangan Penelitian
B.     Tempat dan Waktu Penelitian
1.                  Tempat Penelitian
2.                Waktu Penelitian
C.    Populasi dan Sampel                                                            
1.                Populasi
2.                Sampel
D.    Alur Peneltian
E.     Variabel Penelitian
1.                   Identifikasi Variabel
2.                  Defenisi Operasional dan Kriteria Obyektif
F.     Pegolahan dan Analisa Data
G.    Masalah Etika
1.                 Persetujuan
2.                Anomanitas (tanpa nama)
3.                Kerahasiaan
4.               Alat Ukur
5.               Peneliti
6.              Value
Daftar Pustaka
Kuesioner
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Banyak faktor yang membuat kehadiran bayi dipandang sebagai kesedihan karena adanya faktor ekonomi, takut tak bisa mendidik karena terlalu banyak anak dan mungkin masih banyak lagi faktor dari aspek kehidupan masyarakat yang menuju faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang berniat melakukan abortus. Hal ini tergambarkan melalui adanya angka 57,5% alasan aborsi karena faktor psikososial, diantaranya kesulitan ekonomi dan 36,4% aborsi karena kegagalan KB. Dari hasil sensus BPS tahun 2003 di propinsi DKI Jakarta mencatat 153 kasus kejadian aborsi, faktor yang berkonstribusi terhadap kejadian tersebut adalah persepsi keliru tentang rezeki dan peran ibu, sehingga merusak fitrah seseorang yang berakhir dengan aborsi. Olehnya itu pemerintah meluncurkan gagasan baru dalam rangka memperatikan dan merencakanakan jumlah keluarga yang diinginkan. Dimana keluarga merupakan unit terkecil kehidupan bangsa yang diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada catur warga atau zero population growth. .
Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar tetap mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal untuk menolong dirinya dalam bidang kesehatan termasuk Keluarga Berencana (KB). Sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional (Depkes. RI, 1999). Paradigma baru, program keluarga berencana nasional telah diubah visi dan misinya untuk mewujudkan “keluarga berkualitas tahun 2015” dimana visinya yaitu keluarga sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan misinya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi sebagai upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga (Panduan praktis pelayanan kontrasepsi, 2003).
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu dari 4 pilar strategi upaya “safe motherhood” yang dikembangkan oleh WHO-Depkes RI sejak tahun 1999 untuk menurunkan resiko kesakitan dan kematian ibu dan bayi melalui pencegahan kehamilan, penundaan usia kehamilan serta menjarangkan kehamilan (Depkes RI, 2000).
Program KB di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat dan diakui keberhasilannya di tingkat internasional. Hal ini terlihat dari angka kesertaan ber KB meningkat dari 26% pada tahun 1980 menjadi 50% pada tahun 1991 dan terakhir menjadi 57% pada tahun 1997. angka fertilitas total menurun dari 3,02 pada tahun 1991 menjadi 2,97 pada tahun 1997 kemudian pertumbuhan pendidik menurun dari 2,34% pada tahun 1971-1980 menjadi 1,51% pada tahun 1980-1998 (Depkes RI, 1999).
Keberhasilan program keluarga berencana sangat berpengaruh secara timbal balik dalam penurunan angka kematian bayi, angka kematian ibu, program keluarga berencana juga akan meningkatkan taraf  kesejahteraan masyarakat, hal ini berarti diperlukan peningkatan alat kontrasepsi efektif terpilih dan diikuti pengayoman medis bagi akseptor KB/peserta KB yang memerlukan perkembangan KB Nasional telah berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk, ini terbukti banyaknya penduduk yang menggunakan KB efektif maupun jangka panjang (BKKBN, 2003). (Yono, 2011)
Menurut hasil penelitian, usia subur seorang wanita biasanya antara 15 – 49 tahun. Oleh karena itu untuk mengatur jumlah kelahiran atau menjarangkan kelahiran, wanita/pasangan ini lebih diprioritaskan untuk menggunakan alat/cara KB. 
Proporsi wanita umur 15-49 tahun berstatus kawin yang sedang menggunakan/ memakai alat KB menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2008 sebesar 56,62%, tidak banyak mengalami perkembangan sejak tahun 2004. Berdasarkan data BKKBN, pada tahun 2009 peserta KB aktif sebesar 75,70%.Provinsi dengan persentase peserta KB aktif tertinggi adalah Bengkulu (85,5%), Bali (85,1%), dan DKI Jakarta (82%). Sedangkan persentase peserta KB aktif terendah adalah Papua (33,9%), Maluku Utara (59,5%), dan Kepulauan Riau (64,3%).
Pada tahun 2009 suntikan dan Pil KB masih banyak diminati sebagai alat KB oleh pasangan usia subur yaitu masing-masing sebesar 50,2% dan 28,3%.
Namum demikian, terlepas dari berbagai keberhasilan dan keuntungan Program KB tersebut ternyata kontrasepsi hormonal tidak terlepas dari berbagai kekurangan terutama yang berhubungan dengan efeknya terhadap kesehatan, Khususnya hormon yang terkandung dalam kontrasepsi tersebut bila digunakan dalam jangka waktu yang lama ternyata dapat menimbulkan berbagai efek samping yang merugikan salah satunya adalah Alat KB ini ternyata juga bisa menyebabkan depresi dan mempengaruhi dorongan seks.
Alat kontrasepsi umumnya memiliki efek samping. Salah satunya, pil KB. Meski pengaruhnya berbeda pada tiap wanita, namun efek samping yang bisa terjadi antara lain, kenaikan berat badan, mual, atau bahkan pembekuan darah. Tak hanya itu, pil KB ternyata juga bisa menyebabkan depresi dan mempengaruhi tingkat libido.
Banyak wanita melaporkan mengalami penurunan libido saat mengonsumsi pil KB. Gejalanya antara lain, tak ada hasrat bercinta, berkurangnya produksi pelumas di area intim, dan sulit mencapai kepuasan seksual.  Salah satu penyebabnya, hormon (estrogen atau progesteron) yang terkandung dalam pil dapat mengikat testosteron, hormon yang bertanggung jawab atas sebagian besar libido. Beberapa wanita mengaku, mereka mengalami perubahan suasana hati dan depresi saat menggunakan pil KB, salah satu alat kontrol kehamilan mengandung hormon. Hormon progesteron dalam pil KB dapat menurunkan kadar seratonin di otak.  Tingkat  seratonin yang rendah bisa memicu munculnya depresi. (Petty dkk, 2010 )
Hal yang sama diungkapkan oleh Maya 2010 bahwa Sebagian wanita merasakan bahwa mood mereka berubah jelek dan mengalami depresi justru saat mereka menggunakan kontrasepsi oral (hormonal). Mekanismenya, hormon progestin dalam pil KB meminimalkan tingkat serotonin di dalam otak.
Serotonin sendiri adalah hormon yang memicu tubuh untuk lebih rileks, sehingga penggunanya merasa lebih bahagia dan sejahtera. Jadi, tak heran jika pil KB lalu bepengaruh pada tingkat depresi wanita. Bukan tidak mungkin, semakin sering dikonsumsi, hormon serotonin dalam tubuh akan semakin terkuras habis
Adanya peningkatan penggunaan kontrasepsi hormonal (pil) dalam masyarakat, tentu berpengaruh terhadap meningkatnya keluhan terhadap penurunan libido. Berangkat dari permasalahan ini, penulis tertarik untuk meneliti “hubungan antara kontrasepsi hormonal dengan penurunan libido pada wanita usia subur”

Bagaimana..? Berminat..silahkan download disini. Mulai dari Bab I s/d Bab IV, Dfrt Pustaka dan Kuesionernya sdh lengkap...tinggal ikut ujian proposal aja bos. Tapi gays...proposal ini adalah barang dagangan jadi filenya saya LOCK/di Kunci..jika ingin dapat keywordnya silahkan kontak ke 081346555527

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan agan-agan di webblog ini. Bila ada masalah download, segera laporkan secara terperinci dan juga bila ada unek2 yang mau ditanyakan silahkan berkomentar dengan baik. Semua koment akan dibalas sesegara mungkin selama pulsa ane buat OL masih ada. "UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN, SEBGAI BLOGGER DIHARAPKAN JANGAN MENGHAPUS KOMENT SENDIRI YANG SUDAH ADA, JIKA TIDAK KOMIT DENGAN INI...PERTANYAAN BERIKUTNYA TIDAK AKAN DILAYANI.

Tag

Pemijatan bayi bulan penerapan bedside teaching mutu perbandingan persepsi pasien jps pengetahuan sikap perawat strategi pengaruh orientasi terhadap tingkat antara beban kerja efektifitas teknik pelaksanaan prosedur tetap dengan hubungan petugas pemberian cognitive support abstrak studi perbandingan persepsi kepuasan tentang bodi image pada relaksasi benson correlation attitude of pregnant in Mardiatun analysis of relation between prestation konseling keluarga gangguan diri pada pengetahuan sikap analyze correlation knowledge hubungan dukungan keluarga penyuluhan pre operasi kontrasepsi faktor-faktor pendidikan kesehatan gambaran klien yang analisis interpretasi kadar gds glukosa mekanisme koping pada perbedaan efek kompres survey hemoglobin lansia berdasarkan dalam derajat cacat kusta kekuatan otot penderita inisiasi relaksasi kepatuhan melaksanakan kualitatif konsep dan perilaku indeks prestasi lulusan terapi aktivitas kelompok tak body bidan karakteristik ibu pelatihan asuhan