Kumpulan Skripsi S1 Keperawatan: HUBUNGAN KAFEIN YANG TERKANDUNG DALAM KOPI ATAU TEH DENGAN TINGKAT KESUBURAN PADA WANITA DARI PASANGAN USIA PRODUKTIF
Sebelum anda melakukan download full teks terhadap semua skripsi dalam webblog ini maka sebaiknya anda membaca PRIVACI/WARNING dari kami

New* Proposal Lelang Rp. 500 Rb (Nego)>>> "Hubungan Penggunaagn Kontrasepsi PIL KB Hormonal dengan Libido pada Wanita Usia Subur" >>> Selengkapnya DISINI

New* Proposal lelang Rp. 500 Rb (Nego). >>> Hubungan Kafein Yang Terkandung Dalam Kopi Atau Teh Dengan Tingkat Kesuburan Pada Wanita Dari Pasangan Usia Produktif. read more ......

C A U T I O N !!!
Untuk membaca setiap url postingan dalam webblog ini, agan-agan akan di arahkan ke url adf.ly.com selama 5 detik, dan untuk melanjutkan membaca artikelnya maka tinggal klik "SKIP AD" yang berada pada pojok kanan atas dan agan akan diarahkan langsung ke url postingan yang mau dituju.

Hai rekan-rekan sekalian yang lagi sementara menyusun sebuah skripsi dan bagi mereka yang mencari literature buat makalah atau apapun itu yang menyebabkan hal ini menjadi kebutuhan anda, disini kami mencoba memberikan sebuah refensi yang bisa mendukung kegiatan anda tersebut. Harapan kami adalah kebutuhan akan sebuah referensi anda bisa temukan disini. Kami hadir hanyalah semata untuk berbagi ilmu, sebab kami sadari bahwa ilmu hanya bisa berguna bila bisa bermanfaat bagi khalayak namun kamipun tidak mendukung kegiatan plagiat dan olehnya itu bila anda melakukan hal tersebut maka konsekuensi dan tanggung jawab moral tentunya juga berada ditangan anda.

Kesalahan terbanyak yang paling banyak dilakukan oleh rekan-rekan ketika mencari sebuah referensi adalah ketika telah menemukan referensi yang dicarinya, maka tidak segan-segan melakukan kegiatan plagiat (mengkopi seluruh isi pustaka/buku) tanpa sudi membahasakan dalam bentuk bahasa dan pemahaman yang ditangkapnya dari referensi tersebut. Oleh itu kami sekali lagi tidak mendukung kegiatan tersebut

Dan kunci sukses dalam menyelesaikan sebuah skripsi adalah kerja keras. Tanpa kerja keras hasil yang anda peroleh pun juga nol. Mau atau tidak, hanya merekalah yang gemar bekerja akan mendapat hasil.

Rekan-rekan sekalian, disinipun kami tidak hanya sekedar memberikan referensi buat anda namun kamipun akan berusaha membantu anda dalam menyelesaikan skripsi, kami pun berharap mudah-mudahan pengunjung blog ini adalah mereka yang mau belajar dan bekerja.

Minggu, 17 Juli 2011

HUBUNGAN KAFEIN YANG TERKANDUNG DALAM KOPI ATAU TEH DENGAN TINGKAT KESUBURAN PADA WANITA DARI PASANGAN USIA PRODUKTIF

 Kumpulan Skripsi >>> HUBUNGAN KAFEIN YANG TERKANDUNG DALAM KOPI ATAU TEH DENGAN TINGKAT KESUBURAN PADA WANITA DARI PASANGAN USIA PRODUKTIF

 BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kopi dan Teh merupakan minuman tradisional khas ala Indonesia, setidaknya rata-rata penduduk Indonesia mengkonsumsi kopi atau teh dalam sehari. Kecendrungan untuk mengkonsumsi kopi dan teh ini tidak hanya dipengaruhi oleh rasa yang terdapat didalamnya namun juga karena dalam segi ekonomisnya artinya kopi dan teh sangat mudah dibuat/disajikan oleh seluruh lapisan masyarakat dimana untuk membuat secangkir kopi atau teh  tidak memerlukan keterampilan seperti layaknya seorang bartender.
Bagi penikmat kopi atau teh, kafein yang terkandung didalamnya sebenarnya bukan hal yang baru. Dalam tubuh seseorang yang telah mengkonsumsi kopi atau teh dalam jangka waktu yang lama, kafein telah menyatu dengan system metabolisme tubuhnya, telah beredar dalam aliran darahnya. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh National Coffe Association of the USA, dalam secangkir kopi seduhan terkandung 110-150 mg kafein dan dalam kopi instant terdapat 40-108 mg kafein. Dengan demikian dalam tubuh seorang yang biasa minum kopi seduhan minimal 3 cangkir sehari terdapat sekitar 330-450 mg kafein (Atep, 2011 ).
Sedangkan pada Kafein (caffeine) yang dikandung dalam teh adalah sekitar 7,6% dari berat kering. Jumlah kafein dalam takaran satu cangkir  (sekitar 200 ml) adalah sebesar 50 mg atau sekitar 40% dari setengah cangkir yang sama jika kita menyeduh kopi (Rohdiana, 2009).
Kafein itu sendiri merupakan salah satu jenis senyawa alkaloid yang secara alamiah sudah terdapat di dalam biji kopi, daun mete, daun teh, biji kola, biji cokelat dna juga beberapa minuman penyegar atau soda. Seorang dr. dari RS Bunda Jakarta yang dikenal dengan nama lengkapnya yakni dr. Indra Anwar, Sp.OG., menuturkan bahwa kafeinnya yang cukup tinggi bagi ibu hamil tidak dianjurkan. Secangkir kopi pahit, contohnya, memiliki kandungan kafein sekitar 100-150 mg jika dikonsumsi secara berlebih, kafein tak hanya merugikan kesehatan ibu, tapi juga janin yang dikandungnya. Secara umum, kafein menimbulkan efek merugikan pada kesehatan ibu. Salah satunya, gangguan penyerapan zat besi dan kalsium, hingga berisiko terkena osteoporosis. Seseorang dikatakan mengonsumsi kafein secara berlebih jika porsi kafeinnya lebih dari 600 mg/hari.
Lebih lanjut dokter RS Bunda Jakarta ini menuturkan, mengonsumsi kafein berlebih tergolong gaya hidup tak sehat. Salah satu dampak merugikan yang sangat mungkin terjadi adalah menurunnya tingkat kesuburan. Wanita pecandu kopi maupun teh umumnya lebih susah hamil dibanding rekannya yang memiliki pola hidup sehat. Ini karena kafein terbukti mengganggu sirkulasi darah, termasuk di organ-organ reproduksi. Sebuah penelitian di Inggris sudah membuktikan bahwa semakin tidak sehat gaya hidup seseorang, maka semakin tipis kemungkinan wanita bisa hamil, sementara yang pria pun lebih sulit membuat istrinya hamil. Dalam penelitian itu disebutkan, normalnya wanita menikah berpeluang segera hamil sekitar 83%. Sedangkan jika mengonsumsi kafein berlebih, peluang ini akan turun menjadi 71%. Bahkan kalau dibarengi dengan kebiasan merokok dan pola hidup tak sehat lainnya, kemungkinannya untuk hamil hanya tinggal sekitar 38,4%. Dampak buruk semacam ini tak hanya dialami para wanita (Anonim, 2011).
Disinggung pula oleh Para peneliti dari University of Nevada yang menguji kemungkinan tersebut pada tikus, bukan wanita sungguhan dan mengambil kesimpulan bahwa kafein menghalangi kontraksi dinding dari saluran tuba palupi yang berfungsi untuk menghantarkan sel telur (ovum) dari ovarium menuju ke uterus. Jika dinding saluran tuba palupi tidak mampu kontraksi dengan efektif, maka sel telur tidak akan mampu sampai di rahim. Demikian menurut hasil riset yang diterbitkan oleh British Journal of Pharmacology (dr. Ivan Hoesada, 2011) 
Dari ulasan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan kadar kafein yang terkandung dalam kopi atau teh dengan tingkat kesuburan pada wanita dari pasangan usia produktif”
NB/ Perlu diketahui bahwa proposal ini belum pernah diteliti untuk di Indonesia dan kalaupun ada itupun berdasarkan hasil uji laboratarium dan bukan berdasarkan study lapangan. Jika berminat terhadap skrispsi ini maka silahkan download filenya disini dan dapatkan key nya dengan kontak person 081346555527...file ini juga adalah dagangan saya (for sale) dengan harga Rp. 1,5 jt. File ini didalamnya sudah termasuk daftar pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan agan-agan di webblog ini. Bila ada masalah download, segera laporkan secara terperinci dan juga bila ada unek2 yang mau ditanyakan silahkan berkomentar dengan baik. Semua koment akan dibalas sesegara mungkin selama pulsa ane buat OL masih ada. "UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN, SEBGAI BLOGGER DIHARAPKAN JANGAN MENGHAPUS KOMENT SENDIRI YANG SUDAH ADA, JIKA TIDAK KOMIT DENGAN INI...PERTANYAAN BERIKUTNYA TIDAK AKAN DILAYANI.

Tag

Pemijatan bayi bulan penerapan bedside teaching mutu perbandingan persepsi pasien jps pengetahuan sikap perawat strategi pengaruh orientasi terhadap tingkat antara beban kerja efektifitas teknik pelaksanaan prosedur tetap dengan hubungan petugas pemberian cognitive support abstrak studi perbandingan persepsi kepuasan tentang bodi image pada relaksasi benson correlation attitude of pregnant in Mardiatun analysis of relation between prestation konseling keluarga gangguan diri pada pengetahuan sikap analyze correlation knowledge hubungan dukungan keluarga penyuluhan pre operasi kontrasepsi faktor-faktor pendidikan kesehatan gambaran klien yang analisis interpretasi kadar gds glukosa mekanisme koping pada perbedaan efek kompres survey hemoglobin lansia berdasarkan dalam derajat cacat kusta kekuatan otot penderita inisiasi relaksasi kepatuhan melaksanakan kualitatif konsep dan perilaku indeks prestasi lulusan terapi aktivitas kelompok tak body bidan karakteristik ibu pelatihan asuhan