STUDI TENTANG GANGGUAN BODI IMAGE PADA KLIEN FRAKTUR FEMUR DENGAN PEMAKAIAN SKELETAL TRAKSI DI RUANG BEDAH
Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional, sampel klien fraktur femur dengan pemakaian skeletal traksi yang dirawat di Ruang Bedah B, E. F RSUD Dr Soetomo Surabaya. Besar sampel 30 responden yang dipilih secara total sampling dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisa dengan menggunakan Uji statistik ANOVA pada komputer Program SPSS 7,5 windows dengan tingkat signifikan P < 0,05.
Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden pendidikan SDvii (66,7%) dan sebagian kecil Akademi/PT (6,6%), Jenis pekerjaan Ibu rumah tangga tidak bekerja (40%) dan sebagian kecil bekerja PNS/ABRI,Buruh (26,6%), umur sebagian besar 41-50 tahun (40%), sebagian kecil < 20 tahun (6,7%).
Hasi uji statistik ANOVA pada faktor pendidikan (P=0,012), informasi pre operasi (P=0,005), lama dirawat (P=0,034) ada hubungan terhadap gangguan bodi image, sedangkan faktor umur (P=0,063), pekerjaan (P=0,057) tidak berhubungan terhadap gangguan bodi image.
Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi tidak menunjukan gangguan bodi image, pekerjaan klien hanya bersifat sebagai pencari nafkahtambahan, kejenuhan pada pekerjaan yang rutin, sehingga tidak menunjukangangguan bodi image. Umur 41-50 tahun (dewasa pertengahan) mengalami tingkat adaptasi secara sosial sehingga dampak dari penyakitnya menimbulkan kecemasan. Umur 20 tahun pertumbuhan fungsi tubuh, dimulainya tingkat kematangan emosional, intelektual serta dapat memberikan perubahan yang adaptif. Informasi pre operasi yang jelas penting untuk mengurangi kecemasan dan lebih dapat melakukan perawatan mandiri, lama dirawat sejak klien masuk rumah sakit sudah memikirkan perubahan aktifitas dan penampilan tubuh.
Kata Kunci : Klien Fraktur femur dengan pemakaian skeletal traksi, faktor ( pendidikan, umur, pekerjaan, informasi per operasi dan lama dirawat), Konsep diri (Bodi image).
Full Teks >>> Download Now