Kumpulan Skripsi S1 Keperawatan: Juli 2011
Sebelum anda melakukan download full teks terhadap semua skripsi dalam webblog ini maka sebaiknya anda membaca PRIVACI/WARNING dari kami

New* Proposal Lelang Rp. 500 Rb (Nego)>>> "Hubungan Penggunaagn Kontrasepsi PIL KB Hormonal dengan Libido pada Wanita Usia Subur" >>> Selengkapnya DISINI

New* Proposal lelang Rp. 500 Rb (Nego). >>> Hubungan Kafein Yang Terkandung Dalam Kopi Atau Teh Dengan Tingkat Kesuburan Pada Wanita Dari Pasangan Usia Produktif. read more ......

C A U T I O N !!!
Untuk membaca setiap url postingan dalam webblog ini, agan-agan akan di arahkan ke url adf.ly.com selama 5 detik, dan untuk melanjutkan membaca artikelnya maka tinggal klik "SKIP AD" yang berada pada pojok kanan atas dan agan akan diarahkan langsung ke url postingan yang mau dituju.

Hai rekan-rekan sekalian yang lagi sementara menyusun sebuah skripsi dan bagi mereka yang mencari literature buat makalah atau apapun itu yang menyebabkan hal ini menjadi kebutuhan anda, disini kami mencoba memberikan sebuah refensi yang bisa mendukung kegiatan anda tersebut. Harapan kami adalah kebutuhan akan sebuah referensi anda bisa temukan disini. Kami hadir hanyalah semata untuk berbagi ilmu, sebab kami sadari bahwa ilmu hanya bisa berguna bila bisa bermanfaat bagi khalayak namun kamipun tidak mendukung kegiatan plagiat dan olehnya itu bila anda melakukan hal tersebut maka konsekuensi dan tanggung jawab moral tentunya juga berada ditangan anda.

Kesalahan terbanyak yang paling banyak dilakukan oleh rekan-rekan ketika mencari sebuah referensi adalah ketika telah menemukan referensi yang dicarinya, maka tidak segan-segan melakukan kegiatan plagiat (mengkopi seluruh isi pustaka/buku) tanpa sudi membahasakan dalam bentuk bahasa dan pemahaman yang ditangkapnya dari referensi tersebut. Oleh itu kami sekali lagi tidak mendukung kegiatan tersebut

Dan kunci sukses dalam menyelesaikan sebuah skripsi adalah kerja keras. Tanpa kerja keras hasil yang anda peroleh pun juga nol. Mau atau tidak, hanya merekalah yang gemar bekerja akan mendapat hasil.

Rekan-rekan sekalian, disinipun kami tidak hanya sekedar memberikan referensi buat anda namun kamipun akan berusaha membantu anda dalam menyelesaikan skripsi, kami pun berharap mudah-mudahan pengunjung blog ini adalah mereka yang mau belajar dan bekerja.

Senin, 18 Juli 2011

Cara Mudah Membuat Sebuah Judul Penelitian

Kumpulan Skripsi >>> Belajar Skripsi >>> Cara Mudah Membuat Judul Penelitian

Ok..pada kali ini saya akan membahas bagaimana cara mudah dalam membuat judul skripsi sekaligus arah skripsi. Sedikit informasi bahwa mengapa saya dengan mudah membuat sebuah proposal untuk dijual sebagai bahan penelitian (skripsi penelitian), maka jawabannya adalah kemudahan membuat judul dan arah skripsi. Pada tulisan yang lalu saya sudah membahas tentang membuat konsep penelitian namun mungkin masih terasa gamblang dan membingungkan bagi peneliti pemula (sama..saya juga pemula) dan untuk itu, tulisan kali ini adalah pengembangannya

Tanpa banyak cincong, maka adapun tehnik membuat sebuah judul adalah 
  1. Carilah sebuah ide yang pokok yang belum pernah diteliti
  2. Carilah issue yang ada dimasyarakat dalam hal ini problem yang lagi tren di masyarakat.
  3. Bisa saja ide itu bersal dari penelitian orang namun dalam hal ini anda dalam posisi mengembangkan penelitian tersebut.
Ketiga point diatas adalah kunci hadirnya judul penelitian dan tinggal menentukan arah penelitian. Perlu diketahui bahwa judul peneltian yang terlalu umum membuat peneltian tersebut tidak punya arah. Sebagai contoh judul peneltian yang tidak punya arah dan penelitian dengan judul terarah adalah sebagai berikut :

Judul penelitian yang tidak punya arah :
"Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas x Kecamatan x Kabupaten x Tahun x"

Judul penelitian yang terarah :
"Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA Berulang pada Balita Umur 3 - 5 Tahun di Puskesmas x Kecamatan x Kabupaten x Tahun x"
atau
"Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA Berulang pada Balita Umur 0 - 2 Tahun di Puskesmas x Kecamatan x Kabupaten x Tahun x"

Gimana..sudah jelas perbedaannya kan...? ok, mari kita simak perbedaannya. Titik berat perbedaannya adalah pada kasus ISPA dalam hal ini bahwa diketahui ISPA ini adalah paling banyak memiliki kunjungan bahkan berada dalam urutan pertama sebagai kunjungan kasus penyakit di puskesmas. Mengapa paling banyak ? maka jawabannya adalah karena anak yang datang berobat dengan kasus ISPA itu bukan karena banyaknya jumlah anak yang menderita ISPA tapi anak tersebut datang berobat dengan kasus ISPA tidak hanya sekali .Jadi bisa saja orang tersebut datang dua kali dengan keluhan penyakit yang sama.

Kemudian pertanyaan berikutnya adalah mengapa tidak ISPA saja ?, sasarannya kan bisa 2 yaitu ISPA berulang dan ISPA tidak berulang  ? maka jawabannya adalah titik terberatnya adalah justru karena sasaran tersebut (ISPA berulang dan tidak berulang). Anda akan kesulitan mencari Balita dengan kasus ISPA tidak berulang dikarenakan biasanya para orang tua memberi obat sendiri dan berhasil sembuh sebelum dibawa ke puskesmas untuk berobat. Mereka hanya akan datang bila sakitnya tidak kunjung sembuh atau datang berobat karena kali berikutnya tidak berhasil sembuh dengan terapi obat warung. Jadi dalam hal ini anak tersebut sudah pernah menderita ISPA. Bisa saja sih anda menunggu dengan sabar sampai datangnya Balita dengan kunjungan kasus ISPA pertama kali namun akan membuat peneltian anda memakan waktu yang lama dan berkhir pada biaya yang besar.

Ok..sekarang masalah Balita dalam hal ini umur, mengapa umur harus memiliki batasan ? Perlu diketahui bahwa jika mengambil umur 0 - 5 tahun maka jumlah responden peneltian anda akan terlalu besar dan membuat kerancuan. Dimana letak kerancuannya ? maka jawabannya adalah anak dengan usia 0 - 2 tahun memiliki perbedaan respon daya tahan tubuh dengan anak usia 3 -5 tahun.

Sekarang mengenai faktor-fektor penyebab ISPA, pertanyaan yang mungkin timbul dibenak anda adalah ini kan juga termasuk terlalu umum, faktornya kan banyak ?. Benar...judul dengan "Faktor-faktor yang berhubungan dengan ......" adalah termasuk awal judul penelitian yang terlalu umum. Sebenarnya sih gak masalah karena ekor judul penelitian seperti judul diatas sudah terkunci, jadi larinya bakalan gak kocar-kacir. dan yang kedua adalah jika anda mengunci atau mempersempit judul awal skripsi maka yang terjadi adalah responden penelitian anda akan terlalu kecil dan hal ini membuat penelitian anda tidak valid. contoh Pengaruh Kebiasaan Merokok dalam Rumah berhubungan dengan kejadian ISPA Berulang pada Balita Umur 0 - 2 Tahun di Puskesmas x Kecamatan x Kabupaten x Tahun x". Kenapa menjadi sempit sekali karena dari judul saja sudah bisa ditebak bahwa disana telah ada batasan yang sangat jelas dimana batasan tersebut adalah kebiasaan merokok dalam rumah. Mari kita lihat batasannya : mempersempit awal judul disini membuat anda akan kesulitan mencari responden karena bisa saja Balita tersebut terserang ISPA karena asap dapur rumah atau ventilasi yang tidak memadai atau kepadatan hunian atau perubahan cuaca dll.

Jadi singkatnya adalah buatlah sasaran dengan arah yang memudahkan penelitian anda, semakin spesifik judul anda maka semakin mudah penelitian anda dan waktu dan biayanya pun akan berkurang dan yang kedua yang perlu di ingat adalah jika awal judul penelitian anda telalu umum maka usahakanlah ekor judul yang menjadi keterkaitan awal judul lebih spesifik atau sebaliknya jika awal judul penelitian anda sudah sempit maka usahakanlah ekor judul penelitian agak longgar. Hal ini bertujuan agar peneltian anda tidak memiliki responden terlampau besar tapi juga tidak terlampau sedikit yang pada akhirnya penelitian anda akan menjadi valid.

Ok...Mari kembali ke awal, contoh lain membuat judul. Saya sendiri jika membuat sebuah ide penelitian tidak terlepas dari issue dalam hal ini masalah yang lagi hangat dimasyarkat. Langsung ke TKP, jika dimasyarakat atau media membicarakan tentang maraknya jajanan anak SD yang tidak bersahabat dengan kesehatan anak maka hal ini bisa dijadikan sebuah ide penelitian. Adapun cara membuatnya sebagai ide penelitian yang terarah dengan contoh adalah "Hubungan Jajanan Anak Sekolah Pada Pedagang Kaki Lima Terhadap Kesehatan Pencernaan Anak di Sekolah Dasar x...bla bla bla"

Dasar konsep dari Hubungan Jajanan Anak Sekolah Pada Pedagang Kaki Lima Terhadap Kesehatan Pencernaan Anak di Sekolah Dasar x...bla bla bla" :

Maka disini kita sudah dapat menentukan kerangka konsepnya :

Variabel Dependen                                             Variabel Independen
Jajnan Anak                                                          Kesehatan Pencernaan
- Minuman                                                           - Sehat
- Makanan cepat saji                                            - Tidak sehat (pernah diare atau 
   (di goreng atau direbus)                                        muntah akibat keracunan)

dari hasilkerangka konsep seperti ini maka bisa disusun sebuah pertanyaan penelitian atau hipotesis awal :
  1. Adakah hubungan minuman yang dikonsumsi dari Jajanan Anak Sekolah Pada Pedagang Kaki Lima Terhadap Kesehatan Pencernaan Anak di Sekolah Dasar x...bla bla bla" 
  2. Adakah hubungan makanan yang dikonsumsi dari Jajanan Anak Sekolah Pada Pedagang Kaki Lima Terhadap Kesehatan Pencernaan Anak di Sekolah Dasar x...bla bla bla"
 dan dari sini pula bisa di susun  yang menjadi tujuan khusus penelitian
  1. Untuk mengetahui adanya hubungan minuman yang dikonsumsi dari Jajanan Anak Sekolah Pada Pedagang Kaki Lima Terhadap Kesehatan Pencernaan Anak di Sekolah Dasar x...bla bla bla" 
  2. Untuk mengetahui adanya hubungan makanan yang dikonsumsi dari Jajanan Anak Sekolah Pada Pedagang Kaki Lima Terhadap Kesehatan Pencernaan Anak di Sekolah Dasar x...bla bla bla"
dan berikutnya bisa disusun sebuah tujuan umum

Adakah Hubungan Jajanan Anak Sekolah Pada Pedagang Kaki Lima Terhadap Kesehatan Pencernaan Anak di Sekolah Dasar x...bla bla bla" 

Nah..selesai deh arahnya...kini tinggal nyari literature saja seputar hal diatas yaitu makanan yang menyehatkan, cara pengolahan dan penyajian makanan ringan, cara memilih makanan ringan buat anak dll.

OK...semoga hal ini bisa bermanfaat dan semoga sukses dalam penelitian.

Cara Membuat Konsep Penelitan

Dalam membuat sebuah skripsi peneltitan tidaklah serumit yang kita bayangkan, namun juga tidak boleh dianggap remeh karena tulisan kita nantinya itu akan di baca oleh khalayak, titik beratnya adalah tanggung jawab moral. Kesalahan dalam penulisan akan menyebabkan kesalah pahaman dan konsep yang kita tanamkan pada pembaca.

Ok. tanpa banyak koment, langsung saja kami mencoba berbagi ilmu. Dalam membuat skripsi/tulisan maka aspek pertama yang harus diperhatikan adalah konsep/kerangka konsep dan issue yang ada dalam masyarakat.

Konsep, dalam artian hal apa yang anda ingin diteiliti. Konsep ini harus memiliki arah yang jelas, tidak terlalu umum kerena hal ini akan menyebabkan pembahasan menjadi liar atau kesana-kemari yang menyebabkan kerancuan. Exp dari konsep yang terarah adalah "Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Penyakit ISPA pada Balita di Puskemas X, Kecamatan X Kabupaten X Tahun 20.."
Contoh judul diatas dapat disusun kerangka sebagai berikut :
1. Faktor - faktor yang berhubungan :
    a. Kunjungan berobat
    b. Imunitas
    c. Pendidikan Ortu
    d. Perilaku merokok dalam rumah
    c. dll.
2. Penyakit ISPA:
    a. ISPA berulang
    b. ISPA tidak berulang
3. Balita (pilih salah satu targetnya)
    a. 0 - 36 Bln atau
    b. 37 - 56 Bln
    c. 0 - 56 Bln

Dari contoh simple konsep diatas, sudah tampak jelas akan kemana arah penelitian kita, karena target sasarannya sudah sangat jelas.

Jika sudah demikian maka dalam membuat tujuan peneltian akhirnya pun menjadi mudah, Ex :

Tujuan Umum ;

Faktor-faktor apa saja yang berhubungan yengan penyakit ISPA pada Balita di Puskemas X, Kecamatan X Kabupaten X Tahun 20..

Tujuan Khusus :
  1. Pengaruh Kunjungan Berobat terhadap penyakit ISPA berulang dan ISPA tidak berulang pada Balita di Puskemas X, Kecamatan X Kabupaten X Tahun 20..
  2. Pengaruh Imunitas terhadap penyakit ISPA berulang dan ISPA tidak berulang pada Balita di Puskemas X, Kecamatan X Kabupaten X Tahun 20..
  3. Pengaruh Pendidikan Ortu terhadap penyakit ISPA berulang dan ISPA tidak berulang pada Balita di Puskemas X, Kecamatan X Kabupaten X Tahun 20..
  4. Pengaruh Perilaku merokok dalam rumah terhadap penyakit ISPA berulang dan ISPA tidak berulang pada Balita di Puskemas X, Kecamatan X Kabupaten X Tahun 20..
Dari contoh pengonsepan sederhana diatas, sudah sangat jelas kemana arah anda dalam melakukan peneltian. Membuat suatu konsep sederhana tidak monoton harus mencari judul dulu namun bisa dibalik dengan membuat tujuan khusus dulu dan tinggal membuat tujuan umumnya dan dari situlah judul penilitian berasal. Semakin rajin anda membolak-balikkan cara berpikir anda dalam membuat suatu konsep sederhana seperti diatas semakin mudah akan ide-ide penelitian bermunculan. Sekali lagi kejelasan sebuah arah penelitian adalah kunci dalam membuat skripsi penelitian.

NB/ Susunan Bab. I
A. Latar Belakang
B. Tujuan Penelitian
     1. Tujuan Umum
     2. Tujuan Khusus
C. Manfaat Penelitian

Ok..kembali ke pembicaraan semula, setelah membuat konsep sederhana seperti diatas maka kini tinggal mencari literatur yang berkaitan dengan Kunjungan Berobat vs ISPA, Imunitas vs ISPA, Pendidikan Ortu vs ISPA dan Perilaku Merokok vs ISPA untuk dijadikan Tinjauan Pustaka pada Bab II. Dan jangan lupa anda juga harus mencari info seputar  ISPA dan Balita

Susunan Bab. II
A. ISPA
     1. Defenisi
     2. Epidemologi
     3. Penyebab
     4. Pengobatan 
     5. dll
B. Kunjungan Berobat Balita dengan penyakit ISPA
C. Peran Pendidikan Ortu terhadap Balita yang menderita ISPA
D. Peran Perilaku Merokok Anggota keluarga terhadap Balita yang menderita ISPA
E. Peran Imunitas Balita terhadap ISPA
**(sebagai catatan bahwa sub judul B,C,D,E tidaklah mutlak demikian dan tinjauan pustakanya pun bisa diambil berdasrkan pandangan medis ataupun penelitian yang telah ada atau penelitian terkait)

Minggu, 17 Juli 2011

HUBUNGAN KAFEIN YANG TERKANDUNG DALAM KOPI ATAU TEH DENGAN TINGKAT KESUBURAN PADA WANITA DARI PASANGAN USIA PRODUKTIF

 Kumpulan Skripsi >>> HUBUNGAN KAFEIN YANG TERKANDUNG DALAM KOPI ATAU TEH DENGAN TINGKAT KESUBURAN PADA WANITA DARI PASANGAN USIA PRODUKTIF

 BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kopi dan Teh merupakan minuman tradisional khas ala Indonesia, setidaknya rata-rata penduduk Indonesia mengkonsumsi kopi atau teh dalam sehari. Kecendrungan untuk mengkonsumsi kopi dan teh ini tidak hanya dipengaruhi oleh rasa yang terdapat didalamnya namun juga karena dalam segi ekonomisnya artinya kopi dan teh sangat mudah dibuat/disajikan oleh seluruh lapisan masyarakat dimana untuk membuat secangkir kopi atau teh  tidak memerlukan keterampilan seperti layaknya seorang bartender.
Bagi penikmat kopi atau teh, kafein yang terkandung didalamnya sebenarnya bukan hal yang baru. Dalam tubuh seseorang yang telah mengkonsumsi kopi atau teh dalam jangka waktu yang lama, kafein telah menyatu dengan system metabolisme tubuhnya, telah beredar dalam aliran darahnya. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh National Coffe Association of the USA, dalam secangkir kopi seduhan terkandung 110-150 mg kafein dan dalam kopi instant terdapat 40-108 mg kafein. Dengan demikian dalam tubuh seorang yang biasa minum kopi seduhan minimal 3 cangkir sehari terdapat sekitar 330-450 mg kafein (Atep, 2011 ).
Sedangkan pada Kafein (caffeine) yang dikandung dalam teh adalah sekitar 7,6% dari berat kering. Jumlah kafein dalam takaran satu cangkir  (sekitar 200 ml) adalah sebesar 50 mg atau sekitar 40% dari setengah cangkir yang sama jika kita menyeduh kopi (Rohdiana, 2009).
Kafein itu sendiri merupakan salah satu jenis senyawa alkaloid yang secara alamiah sudah terdapat di dalam biji kopi, daun mete, daun teh, biji kola, biji cokelat dna juga beberapa minuman penyegar atau soda. Seorang dr. dari RS Bunda Jakarta yang dikenal dengan nama lengkapnya yakni dr. Indra Anwar, Sp.OG., menuturkan bahwa kafeinnya yang cukup tinggi bagi ibu hamil tidak dianjurkan. Secangkir kopi pahit, contohnya, memiliki kandungan kafein sekitar 100-150 mg jika dikonsumsi secara berlebih, kafein tak hanya merugikan kesehatan ibu, tapi juga janin yang dikandungnya. Secara umum, kafein menimbulkan efek merugikan pada kesehatan ibu. Salah satunya, gangguan penyerapan zat besi dan kalsium, hingga berisiko terkena osteoporosis. Seseorang dikatakan mengonsumsi kafein secara berlebih jika porsi kafeinnya lebih dari 600 mg/hari.
Lebih lanjut dokter RS Bunda Jakarta ini menuturkan, mengonsumsi kafein berlebih tergolong gaya hidup tak sehat. Salah satu dampak merugikan yang sangat mungkin terjadi adalah menurunnya tingkat kesuburan. Wanita pecandu kopi maupun teh umumnya lebih susah hamil dibanding rekannya yang memiliki pola hidup sehat. Ini karena kafein terbukti mengganggu sirkulasi darah, termasuk di organ-organ reproduksi. Sebuah penelitian di Inggris sudah membuktikan bahwa semakin tidak sehat gaya hidup seseorang, maka semakin tipis kemungkinan wanita bisa hamil, sementara yang pria pun lebih sulit membuat istrinya hamil. Dalam penelitian itu disebutkan, normalnya wanita menikah berpeluang segera hamil sekitar 83%. Sedangkan jika mengonsumsi kafein berlebih, peluang ini akan turun menjadi 71%. Bahkan kalau dibarengi dengan kebiasan merokok dan pola hidup tak sehat lainnya, kemungkinannya untuk hamil hanya tinggal sekitar 38,4%. Dampak buruk semacam ini tak hanya dialami para wanita (Anonim, 2011).
Disinggung pula oleh Para peneliti dari University of Nevada yang menguji kemungkinan tersebut pada tikus, bukan wanita sungguhan dan mengambil kesimpulan bahwa kafein menghalangi kontraksi dinding dari saluran tuba palupi yang berfungsi untuk menghantarkan sel telur (ovum) dari ovarium menuju ke uterus. Jika dinding saluran tuba palupi tidak mampu kontraksi dengan efektif, maka sel telur tidak akan mampu sampai di rahim. Demikian menurut hasil riset yang diterbitkan oleh British Journal of Pharmacology (dr. Ivan Hoesada, 2011) 
Dari ulasan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan kadar kafein yang terkandung dalam kopi atau teh dengan tingkat kesuburan pada wanita dari pasangan usia produktif”
NB/ Perlu diketahui bahwa proposal ini belum pernah diteliti untuk di Indonesia dan kalaupun ada itupun berdasarkan hasil uji laboratarium dan bukan berdasarkan study lapangan. Jika berminat terhadap skrispsi ini maka silahkan download filenya disini dan dapatkan key nya dengan kontak person 081346555527...file ini juga adalah dagangan saya (for sale) dengan harga Rp. 1,5 jt. File ini didalamnya sudah termasuk daftar pustaka.

Tag

Pemijatan bayi bulan penerapan bedside teaching mutu perbandingan persepsi pasien jps pengetahuan sikap perawat strategi pengaruh orientasi terhadap tingkat antara beban kerja efektifitas teknik pelaksanaan prosedur tetap dengan hubungan petugas pemberian cognitive support abstrak studi perbandingan persepsi kepuasan tentang bodi image pada relaksasi benson correlation attitude of pregnant in Mardiatun analysis of relation between prestation konseling keluarga gangguan diri pada pengetahuan sikap analyze correlation knowledge hubungan dukungan keluarga penyuluhan pre operasi kontrasepsi faktor-faktor pendidikan kesehatan gambaran klien yang analisis interpretasi kadar gds glukosa mekanisme koping pada perbedaan efek kompres survey hemoglobin lansia berdasarkan dalam derajat cacat kusta kekuatan otot penderita inisiasi relaksasi kepatuhan melaksanakan kualitatif konsep dan perilaku indeks prestasi lulusan terapi aktivitas kelompok tak body bidan karakteristik ibu pelatihan asuhan